by

BNN Bongkar Sindikat Peredaran Sabu yang Dikendalikan Napi

DimensiNews.co.id JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membongkar sindikat penyelundup narkoba jenis sabu yang melibatkan narapidana di lapas Tanjung Gusta. Sebanyak 16 kilogram sabu yang akan diselundupkan dari Malaysia ke Sumatera Utara berhasil disita.

“Penyelundupan ini masih tetap bermuara di dalam lapas, karena napi masih dengan mudahnya mengendalikan,” ujar Irjen Pol Arman Depari, Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Selasa (1/10/2019).

Menurut Arman, pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan tiga tersangka di Jalan Raya Paya Pasir Serdang Berdagai, Sumatera Utara. Dari mereka didapat 10 bungkus sabu. “Ketiganya Warda, Rivai, dan Juwanda, yang kami amankan usai menerima sabu yang dikirim melalui jalur laut itu,” ucapnya.

Dari penangkapan itu, kata Arman, tim melakukan pengembangan dan selanjutnya menangkap empat orang tersangka lainnya. Sebanyak enam bungkus sabu yang dikemas dalam plastik kuning ditemukan petugas. “Rencananya sabu ini akan diedarkan di wilayah Medan ,Pekan Baru dan Palembang, Sumut dan sekitarnya,” tuturnya.

Arman menyebutkan berdasarkan keterangan para tersangka jaringan tersebut dikendalikan oleh narapidana Lapas Tanjung Gusta Medan atas nama Arya Radi. Tanpa pikir panjang, BNN pun menjemput napi kasus serupa dari Lapas Tanjung Gusta, Medan. “Napi itu pun akan kami bawa ke BNN pusat untuk penyelidikan lanjutan,” terang Arman.

Dengan masih dikendalikannya pengendalian sabu didalam lapas, Arman menyebut terlihat pengawasan didalam lapas masih sangat minim. Sebab, para bandar yang selama ini mendekam di penjara masih bebas menjalankan bisnis haramnya. “Mereka (bandar) yang selama ini terus memasukan narkotika ke Indonesia,” tambahnya.

Menurut Arman, selama ini juga, sebagian besar penyelundupan sabu yang akan dibawa masuk ke Indonesia dikendalikan napi yang ada di dalam penjara. Mereka hanya perlu mengangkat telepon untuk meminta barang dan nantinya ada orang lain yang bertugas untuk mengantarkannya. “Padahal seharusnya di dalam penjara sudah tak ada lagi telepon selular yang bisa digunakan mereka,” tandasnya.(Jie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed