by

Muchlis Arif Pamerkan Hasil Karya Seninya

DimensiNews.co.id, BATU – Untuk menjadikan ruang dialog dengan masyarakat, Seniman asal Kota Batu, Jawa Timur, Muchlis Arif, melakukan monolog pameran tunggal di studio yang notabene tempat tinggalnya sendiri di Perumahan Batu Permai, Kota Batu, Sabtu (21/9/2019).

Menariknya, hasil karya seni rupa aliran kontemporer yang dipamerkan tersebut berbahan keramik dengan banyak warna.

“Intinya, dalam pameran ini bagi saya adalah ruang dialog antara saya, sebagai seorang seniman dengan masyarakat luas,” ucap dia, Sabtu (21/9/2019) malam.

“Artinya, dialog dari hati ke hati, tukar pikiran dan sebagainya, disitulah konteks idealis dan praghmatis ketemu. Nah, disinilah kita mencari kesejatian,” tambah dia.

Sementara, lanjut dia, semua karya yang dipamerkan itu merupakan suatu jejak hasil pemikirannya ketika melakukan monolog.

“Salah satu hasil karya, ketika bermonolog saya beri judul ‘Sendiri Penuh Warna’. Disitulah, menimbulkan jejak sebagai triger atau pemicu kita dialog,” jelas dia.

“Bila didifinisikan, ‘Sendiri Penuh Warna’ sebenarnya kita atau saya sendiri monolog, orang sendiri kan dalam kesendirian banyak cara yang dilakukan seperti bertapa, meditasi, tahajud, munajat, kontemplasi apapun namanya kita kan sendiri. Tapi, di saat sendirian itu, kita banyak pertanyaan banyak ide dan gagasan untuk karya sendiri penuh warna,” urainya.

“Dan, banyaknya warna ini sama dengan penuh warna, kadang kita bayangkan sendiri di tempat gelap, sebenarnya kita penuh warna didalamnya. Bila diartikan, dari kehidupan warna-warna orang kan tidak sama,” imbuhnya.

“Sendiri Dalam Kebersamaan” (Foto: Putut)

Sedangkan, disinggung soal keramik yang digunakan, pria kelahiran 2 Februari 1969 ini menjelaskan, merupakan sebuah penemuan hasil karya seni dinamakan olehnya teknik kolase keramik (kolamik).

“Kolamik ini, tekniknya bahan (keramik,red) yang direkatkan bukan dengan lem biasa, tetapi kaca yang dibakar dengan suhu 1.190-1.250 derajat celcius. Jadi, bicara keramik itu, sama dengan bicara art, sains, teknologi dan matematik. Bikin keramik seperti itu, tidak semudah yang kita bayangkan,” tutur Arif.

“Menariknya semakin sulit, semakin saya geluti. Karena, nggak akan ada habisnya untuk dieksplorasi,” tandas dia.

“Secara filosofis keramik bagi saya luar biasa, karena kita berasal dari tanah liat dan seluruh bahan material di dunia ini yang kuat dibakar hanya keramik, karena dibakar semakin kuat dibanding bahan lain, dari sisi kehidupan sendiri bisa diartikan semakin kita dibanting, kita semakin kuat,” pungkas Arif.

Seperti diketahui, seniman asal Batu ini sudah melakukan tunggal di beberapa tempat diantaranya Surabaya, Jakarta, Jogja dan Australia. Sementara, saat ini dia mempersiapkan diri untuk melakukan pameran tunggal di Bali. (Put)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed