Wakil Ketua Banggar MPR RI: Kurban adalah Investasi Karakter Generasi Muda

  • Bagikan
DOK. MPR RI.

JAKARTA- Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI Johan Rosihan menegaskan pentingnya ibadah kurban bagi generasi muda. Menurutnya, berkurban tidak sekadar menjalankan ritual spiritual, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam membentuk karakter serta mengasah kepedulian sosial mereka.
Pesan kuat ini disampaikannya saat mendampingi Delegasi Sekolah Pilar Muda dalam agenda pemotongan dan penyaluran hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dipusatkan di Rumah Aspirasi Johan Rosihan, Sumbawa Besar.

Dalam aksi sosial ini, para delegasi muda terjun langsung menangani seluruh proses. Mulai dari pemotongan, pengemasan daging, hingga pendistribusian kepada warga di Kelurahan Seketeng dan Kelurahan Pekat, Kabupaten Sumbawa.

Johan menilai, pelibatan aktif ini merupakan metode pendidikan kepemimpinan terbaik karena menyajikan pengalaman nyata tentang arti pengabdian.

BACA JUGA :   Wakil Ketua III DPD RI Abdul Hakim Tolak PP No. 28 Tahun 2024

“Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan kepada generasi muda karena mereka adalah calon pemimpin masa depan bangsa. Kita ingin mereka tumbuh bukan hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki empati dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujar Johan Rosihan dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Legislator senayan ini menambahkan, cetak biru pembangunan nasional tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik dan ekonomi semata. Investasi paling krusial bagi negara justru terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM).

Khususnya, membentuk mentalitas generasi muda yang berintegritas, solider, dan gemar bergotong royong.Di tengah gempuran era digital yang serba instan, Johan menekankan bahwa anak muda membutuhkan lebih banyak ruang belajar yang menyentuh realitas sosial.

BACA JUGA :   Bupati Zaki Lantik Komisaris Utama BPR dan MKR

Aktivitas seperti penyaluran kurban ini menjadi wadah strategis untuk memupuk kepekaan sosial sekaligus memperkokoh pilar kebangsaan berbasis persaudaraan.

Ia menaruh harapan besar agar modal pengalaman berharga bersama Sekolah Pilar Muda ini dapat menempa kapasitas kepemimpinan mereka kelak. Indonesia, lanjutnya, memerlukan figur masa depan yang kreatif, cerdas, sekaligus berkomitmen penuh menjadi solusi atas tantangan bangsa.

“Kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang dekat dengan rakyat, memahami kebutuhan masyarakat, serta mampu menjadikan nilai-nilai kepedulian dan pengabdian sebagai fondasi kepemimpinannya. Semangat kurban harus menjadi semangat berbagi, melayani, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” tutup Johan Rosihan.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses