Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Prabowo : Mikul Duwur, Mendem Jero

  • Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto saat menyerukan pesan pentingnya menjaga persatuan bangsa dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang, Jawa Timur, Minggu, (8/2). (Dok. Sekretariat Presiden).

MALANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan kebangsaan yang lugas dan menyejukkan saat berpidato dalam Mujahadah Kubro, 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur. Di hadapan ribuan warga Nahdliyin, Minggu, (8/2).

Dalam tayangan Channel YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh memelihara kebencian dan dendam di tengah perbedaan. Dalam pidatonya, Prabowo mengutip pepatah Jawa ‘Mikul Duwur, Mendem Jero’, sebuah ajaran luhur yang bermakna menjunjung tinggi kebaikan dan mengubur dalam-dalam kekurangan. 

Nilai tersebut, menurutnya, merupakan warisan para kiai, guru, dan leluhur bangsa yang harus terus selalu dijaga.

“Guru-guru kita, kiai-kiai kita, leluhur kita mengajarkan selalu ‘Mikul Duwur Mendem Jero’. Tidak boleh ada rasa benci, tidak boleh ada rasa dendam,” ujar Presiden dengan nada tegas namun penuh keteduhan.

BACA JUGA :   Prabowo Dorong Aplikator Pengemudi dan Kurir Online Berikan BHR

Presiden menekankan bahwa perbedaan pandangan, pilihan, maupun latar belakang merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan berbangsa. Namun, perbedaan itu tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.

“Berbeda tidak masalah. Sesudah berbeda, cari persatuan, cari kesamaan, Musyawarah untuk Mufakat. Itu kepribadian bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Prabowo menilai NU memiliki peran historis dan strategis dalam menjaga persatuan nasional, merawat nilai-nilai moderasi, serta menanamkan akhlak kebangsaan di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.

Pidato tersebut mendapat sambutan hangat dari para jamaah yang hadir. Pesan persatuan yang disampaikan Prabowo dinilai sejalan dengan spirit NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan ajaran para ulama dan nilai-nilai luhur budaya sebagai fondasi bersama dalam membangun Indonesia yang rukun, kuat, dan bermartabat. (By)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses