Surabaya – Semakin berkembangnya platform YouTube sebagai media untuk berkarya dan menghasilkan pendapatan, muncul pula kebutuhan akan peningkatan jumlah subscriber bagi para Youtuber pemula. Namun, di balik tawaran yang menggiurkan, terdapat modus penipuan yang berpotensi merugikan bagi para pemilik channel.
Salah satu modus penipuan yang tengah marak adalah melalui jasa monetisasi untuk mendapatkan like dan subscribe. Para pelaku tak bertanggung jawab memanfaatkan kebutuhan para youtuber pemula tersebut dengan menawarkan jasa layanan yang biasanya lebih murah tarifnya. Melalui jalur online, seperti website dan media media sosial.
Dalam penelusuran, ditemukan bahwa para pelaku menawarkan jasa monetisasi dengan tarif yang menggiurkan, misalnya hanya dengan membayar 150 ribu rupiah untuk mendapatkan 1000 subscriber dan 4000.jam tayang.
Namun, tak sedikit korbannya kemudian menemui kekecewaan ketika layanan yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi setelah pembayaran sukses dilakukan.
“Untung saya coba yang termurah dulu mas, cuma bayar 25 ribu untuk mendapat 1000 view. Dan benar dugaan saya, pasti ndak amanah, saya cuma di PHP saja, sampai sekarang Channel YouTube saya ndak bertambah secara signifikan 1000 viewer,” terang Yab, seorang Youtuber pemula itu.
Diketahui, biasanya pelaku menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan korbannya, salah satunya dengan menawarkan proses pengerjaan yang cepat, seperti hanya dalam waktu satu jam untuk mendapatkan 1000 subscriber. Namun, hal ini hanya menjadi umpan belaka untuk menarik korban lebih jauh ke dalam modus penipuan mereka.
Tak hanya itu, pelaku bahkan juga meminta email dan password dari calon korban setelah pembayaran sukses dilakukan.
“Boleh kirim email dan password baru atau lama gpp ms, Untuk verifikasi aja,, supaya akun tidak drop,” begitu bujuk pelaku kepada korban.
Hal ini menimbulkan dugaan bahwa pelaku bertujuan untuk mengakses data pribadi, keamanan akun dan informasi keuangan pribadi calon korbannya. Beruntung permintaan tersebut tidak dituruti oleh korban.
Sementara, adapun beberapa metode pembayaran yang digunakan oleh pelaku antara lain melalui rekening bank dan e-wallet, salah satunya atas nama Valent Adiyatma Nagata Gohiroi, serta nomor kontak yang tertera adalah 08**-3100-0879 sebagai sarana komunikasi.
Salah satu situs web yang digunakan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya adalah Cartelz.my.id. Situs ini menawarkan layanan dengan berbagai macam pilihan diantaranya Monetisasi, Like & Subcribe, Jam Tayang dan lainnya. Guna mempermudah akses komunikasi, mulai dari website, WhatsApp, hingga Telegram pun ditawarkannya.
Lebih lanjut, setelah korban mengendus kejanggalan dan mengkonfirmasi lewat Wa pelaku, dengan cepat pelaku pun menghapus chat chat broadcastnya. Pertanda apa yang telah dilakukannya itu sebuah itikad yang tidak baik.
“Beruntung saya udah screenshot semua chat pelaku mas, karena dari awal saya udah menduga adanya itikad Ndak baik,” imbuh Yab.
Maka, dengan maraknya modus penipuan semacam ini, penting bagi para pemilik channel YouTube untuk lebih waspada dan alangkah baiknya jika monetisasi dengan berproses sewajarnya saja, agar hasil yang didapatkan pun lebih memuaskan.
Seperti diketahui, akses atau jalan pintas yang serba instan tak lebih hanya menghasilkan sesuatu yang kurang matang. Resiko Keamanan dan keberlangsungan Channel pun menjadi taruhannya, dimana yang hal itu seharusnya menjadi prioritas utama yang perlu dijaga bagi para pemilik channel.
















