Webinar Satupena Ungkap Potensi Ancaman Dinasti Politik

  • Bagikan

JAKARTA – Perkumpulan Penulis Indonesia, SATUPENA, akan mengadakan diskusi bertema “Demokrasi Terancam Dinasti?” Intinya, ini membahas demokrasi dan potensi ancaman dari adanya dinasti politik.

Obrolan Hati Pena #110 tentang demokrasi dan dinasti politik itu akan berlangsung di Jakarta, pada Kamis malam, 16 November 2023, pukul 19.00-21.00 WIB.

Pembicara pada diskusi tentang demokrasi dan dinasti politik itu adalah penulis, ilmuwan, dan pengamat politik Fachry Ali. Diskusi itu akan dipandu oleh Elza Peldi Taher dan Amelia Fitriani.

Panitia webinar menyatakan, isu dinasti politik kembali mengemuka setelah putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka terpilih sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo pada Pilpres 2024.

Penetapan itu didahului oleh Keputusan kontroversial MK yang membuka peluang Gibran untuk maju. Pimpinan MK, yang juga adalah paman Gibran, Anwar Usman, kemudian dicopot sebagai ketua MK.

BACA JUGA :   Kenal Pamit Kapolsek Kalideres Diwarnai Rasa Haru, Syafri Wasdar Menuai Pujian

Apa sebenarnya politik dinasti? Apakah politik dinasti mengancam demokrasi?

Asian Journal of Comparative Politics memunculkan beberapa pengertian tentang konsep dinasti politik. Secara garis besar, dinasti politik diartikan sebagai keluarga yang memiliki beberapa anggota yang menduduki jabatan terpilih dan memiliki pengaruh signifikan terhadap politik lokal, regional, atau nasional.

Tak bisa dipungkiri, dinasti politik adalah hal yang biasa saja, termasuk di negara demokrasi yang mapan sekalipun seperti di Amerika. Mengapa dinasti politik itu hal yang biasa di negara demokrasi?

Sebab, dalam prinsip demokrasi ada prinsip persamaan hak, sehingga semua warga negara, entah itu anak presiden maupun anak dari rakyat kelas menengah ke bawah, memiliki kesempatan yang sama.

BACA JUGA :   Satuan Tugas TMMD Bojonegoro Dampingi Warga Saat Pelayanan Adminduk

Inilah yang terjadi pada banyak negara demokrasi, tak hanya di negara berkembang tapi juga di negara maju. Di Amerika yang demokrasinya sudah mapan , ada dinasti Kennedy, Bush dan Clinton.

Di Kanada ada dinasti Trudeau dan di India ada dinasti Nehru, Gandhi, yang hingga kini memegang peran penting dalam politik India.

Apakah dinasti politik akan memberikan konsekuensi berupa rusaknya pilar demokrasi dan, dalam praktiknya, mengganggu keefektifan jalannya pemerintahan?

Apakah negara yang terbawa dalam dinasti politik bisa mewujudkan good governance? Betulkah dinasti politik rentan korupsi sehingga sulit mewujudkan good governace?

Webinar ini bisa diikuti di link zoom: https:// s.id/hatipena110. Juga melalui livestreaming, Youtube Channel: Hati Pena TV. Facebook Channel: Perkumpulan Penulis Indonesia – Satupena. Disediakan sertifikat bagi yang membutuhkan.

BACA JUGA :   Turnamen Voli Asjap Cup Digelar di Kecamatan Kabandungan, 18 Tim Siap Berlaga

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses