by

Tarif Ojek Online Naik Rp 150-250 per KM Mulai 16 Maret

DimensiNews.co.id, JAKARTA- Kenaikan tarif ojek online (ojol) mulai diberlakukan pekan depan. Hal itu diumumkan secara resmi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Besaran tarif  batas bawah dan atas yang ditentukan masing-masing naik Rp 250 dan Rp 150 per kilometer.

Kenaikan tarif ini berlaku di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Diketahui, keputusan kementrian menaikkan dan menentukan tarif ini melalui proses diskusi selama 2 bulan dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), aplikator seperti Gojek dan Grab, serta mitra pengemudi.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 348 Tahun 2019 tentang tarif ojek online, batas bawah untuk zona dua atau Jabodetabek Rp 2.000 per kilometer.

“Jadi, tarif batas bawahnya Rp 2.250,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Selasa (10/3).

Sedangkan batas atas tarif ojek online naik Rp 150, sehingga menjadi Rp 2.650 per kilometer. Biaya jasa minimal untuk perjalanan kurang dari empat kilometer juga naik dari Rp 8.000 hingga Rp 10.000 menjadi Rp 9.000 hingga Rp 10.500.

Selama ini, skema tarif ojek online dibagi menjadi tiga zona, sesuai Kepmenhub RI Nomor KP 348 Tahun 2019. Untuk wilayah Jabodetabek atau zona dua tarifnya berkisar Rp 2.000-Rp 2.500 per kilometer. Dengan adanya keputusan tersebut, tarifnya menjadi Rp 2.250-Rp 2.650 per kilometer.

Kemudian, zona satu yang terdiri dari Sumatera, Bali, dan Jawa. Batas atas dan bawah tarif di daerah tersebut berkisar Rp 1.850-Rp 2.300 per kilometer. Lalu, di zona tiga, yaitu Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Papua, tarifnya berkisar 2.100-Rp 2.600 per kilometer.

Budi menyebut tarif di zona satu dan tiga tetap. “Di daerah pasar sudah terbentuk. Beberapa asosiasi yang mewakili minta yang naik hanya zona dua,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kenaikan tarif ojek online di Jabodetabek bukan karena tekanan berbagai pihak. Kebijakan ini berdasarkan evaluasi secara berkala Kemenhub, survei dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), aspirasi mitra pengemudi, dan masukan aplikator seperti Gojek dan Grab. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed