Aliansi Tangerang Raya Sorot Pengelolaan Pasar Kelapa Dua,Ada Apa?

  • Bagikan

TANGERANG – Viral beredar nya Video Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja, Kabupaten Tangerang, Syaefunnur Maszah terkait gepokan uang dalam bentuk rupiah dan dolar menyedot perhatian publik.

Pasalnya, itu dilakukan di saat ekonomi masyarakat tercekik akibat krisis disebabkan Pandemi Covid-19

Rekaman video pertama berdurasi 14 detik Syaefunnur terlihat sedang menyendok gepokan uang pecahan Rp 100 ribu ke dalam piring viral di aplikasi media sosial Tik Tok. Ia memasukan irama lagu dangdut berjudul ‘Hareudang’ yang populer dinyanyikan Kalia Siska.

H Tatang Sago

Menanggapi Hal itu Ketua Aliansi Tangerang Raya H.Tatang Sago angkat bicara.Ia mengatakan selama ini pengelolaan yang dilakukan saat di nilai cacat administrasi.

BACA JUGA :   Polsek Dukuh Pakis Beserta Muspika Gelar Apel Gabungan, Ada Apa

“Diduga untuk saat ini pengelolaan nya tanpa melalui tender seperti yang dilakukan sebelum nya.”kata H Tatang Sago (Rabu 2/2/2022)

Lebih lanjut Sago mengatakan pasca habis masa pengelolaan nya selama 5 tahun sebelum nya yaitu tahun 2015 dan diperpanjang lagi hingga 2020. Diduga semua dilakukan tanpa melalui tender sebagaimana mesti nya yaitu hanya dengan penunjukan langsung saja. ujarnya

Sementara pasca habis masa pengelolaan pada tahun 2020 dan yang seharusnya ditenderkan lagi lagi tidak dilakukan. Dari hasil pantauan nya ada beberapa perusahaan yang masuk untuk mengikuti lelang tersebut hingga saat ini tidak mendapatkan respon dan yang di menangkan masih pengelola yang terdahulu saja, ada apa dengan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja. tandasnya

BACA JUGA :   Atasi Pengangguran, Pemkot Tangerang Rutin Gelar Virtual Job Fair Hingga Berikan Modal Usaha

Saat ini dirinya sedang mempersiapkan data untuk dilaporkan kepada APH terkait dugaan pelanggaran tender pengelolaan Pasar Kelapa Dua yang diduga merugikan negara sekitar 3 Milyar. tuturnya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.