GeNose C19 Inovasi Anak Bangsa Bantu Warga Tegakkan Protokol Kesehatan

  • Bagikan

banyak jamaah yang merasa terbantu dengan adanya tes GeNose C19 karena takmir Masjid Jogokariyan lebih cepat dalam melakukan skrining. “Sempat ada jamaah yang ketika kami tes GeNose positif, kemudian kami tes PCR juga positif, lalu kami sediakan tempat isolasi sehingga tidak menularkan kepada keluarga yang lain,” tutur Welly.

Dia berharap agar produksi kantong napas GeNose C19 ditingkatkan, sehingga takmir Masjid Jogokariyan dapat melaksanakan tes skrining lebih banyak.

“Kami terus berharap masyarakat pengguna GeNose C19 dapat melakukan prosedur tes dengan baik agar hasil maksimal. Kami pun terbuka terhadap segala masukan dan saran yang disampaikan melalui beragam kanal komunikasi,” kata Hakim.

Saat ini GeNose C19 tengah menjalani proses validitas eksternal yang melibatkan tiga universitas. Uji validitas eksternal merupakan bagian dari post-marketing analysis, yakni ketika GeNose C19 sudah digunakan oleh masyarakat umum. Uji validitas eksternal bertujuan untuk menambah data dan memperkuat kerja AI.

BACA JUGA :   Pasca Perseteruan Kemenkumham Vs Walikota Tangerang, Forwat Gelar Diskusi Publik

“Selain itu, uji validitas eksternal merupakan bagian dari continues improvement serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, setelah alat kesehatan mendapat izin edar untuk penggunaan,” kata Hakim.

Pakar di tiga universitas, yakni Universitas Andalas, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Airlangga (Unair) menjadi penguji independen alat GeNose C19. “Ethical clearance sudah keluar untuk UI dan UNAIR,” tutur Hakim. Persetujuan etik bertujuan untuk memastikan penelitian GeNose C19 bekerja sesuai kaidah ilmiah. Seluruh penelitian yang menggunakan manusia sebagai subyek penelitian harus mendapatkan Ethical Clearance atau Keterangan Lolos Kaji Etik.

Uji validitas eksternal telah dimulai sejak bulan April di Universitas Andalas. Selanjutnya, Rumah Sakit UI memulai tahap uji tersebut pada bulan Juni. Kemudian, Unair dan RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) akan mulai uji validitas eksternal GeNose C19 pada akhir bulan Juni 2021. Periode uji validitas ialah empat sampai enam bulan, tergantung perjanjian dengan masing-masing institusi tersebut. “Hasil uji validitas belum keluar, karena prosesnya masih berjalan,” tutur Hakim.

BACA JUGA :   Wartawan Dilarang Meliput Rapat Banggar KUAPPAS Halteng

Hakim juga mengajak para pengguna dan operator GeNose C19 untuk bersama-sama menjaga performa alat ini. “Tim pengembang akan terus menyempurnakan SOP penggunaan GeNose C19 agar lebih mudah dipahami dan lebih antisipatif terhadap kesalahan operasional, yang tanpa disengaja dapat mempengaruhi performa alat,” tandasnya.*(Dng)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses