Kominfo Ajak Warga Manfaatkan Internet untuk Promosi Pariwisata Daerah

  • Bagikan

JAKARTA – Direktur IKPM, Ditjen IKP Kemkominfo RI, Septriana Tangkary, mengatakan, saat ini jaringan internet telah masuk sampai ke desa-desa 3T, salah satunya di Kabupaten Sintang, Sanggau, ataupun di Kalimantan Barat.

Untuk itu, Septriana mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kalimantan Barat, bisa memanfaatkan internet untuk promosi pariwisata daerah. Apalagi, menurutnya, bila daerah tersebut memiliki potensi pariwisata yang bagus.

Septriana menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber dalam Seminar dengan tema “Menyikapi dan Menyiasati Tren Industri Pariwisata di Tengah Pandemi Covid-19” secara daring yang diselenggarakan oleh BAKTI Kominfo berkerja sama dengan Komisi I DPR RI, Rabu (21/4/2021).

“Orang akan datang ke Kabupaten kita dan bisa memberikan dampak yang cukup besar sehingga ekonomi masyarakat akan pulih terutama oleh UMKM yang memang di sana ada tenun, kriya atau ada makanan yang ciri khasnya hanya ada di Kalimantan,” kata Septriana.

BACA JUGA :   Tak Terima Karna Sering Disuruh-suruh, Pemuda ini Tusuk Rekan Kerjanya di Kembangan

Dia berharap, masyarakat bisa menggunakan teknologi dengan baik, bijak dan tepat guna. Jangan sampai, menggunakan teknologi atau internet yang sudah dibangun oleh pemerintah untuk hal-hal yang kurang baik.

“Gunakanlah untuk kebaikan, menyampaikan pesan-pesan yang positif seperti kita bisa menggunakan satu program genpostink (generasi positive thinking). Ini yang harus kita lakukan bersama,” ujarnya.

Narasumber berikutnya yakni anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan, mengatakan, pariwisata adalah sumber daya yang dapat diandalkan. Menurutnya, sektor pariwisata banyak sekali menimbulkan multiplier effect yang luar biasa.

“Kalau pariwisata maju bakso menjadi laris, ojek menjadi laris, banyak orang berkunjung ke warung-warung kemudian permainan semua menjadi hidup. Jadi pariwisata dapat disimpulkan sebagai sebuah sumber daya yang luar biasa yang dapat diandalkan di seluruh wilayah Republik Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA :   Jokowi Teken Inpres Perintahkan Seluruh Elemen Pemerintahan Dukung BPJS Ketenagakerjaan

Krisantus mengungkapkan, Kabupaten Sintang saat ini sudah menjadi zona hitam karena ada varian baru Covid-19 yang masuk. Untuk itu, ia mengingatkan agar warga hati-hati dan jangan nongkrong fi sembarang tempat, termasuk kafe.

“Kafe terlalu bebas di Kabupaten Sintang. Pemerintah daerah tidak terlalu tegas dalam menindak pelaku-pelaku usaha yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. Mari kita tetap jaga protokol dengan 3M (Mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak),” ujarnya.

Sementara narasumber lainnya, adalah pengusaha sektor pariwisata), Cupli Risman. Menurutnya, pengusaha selama ini mengalami pukulan-pukulan dengan krisis pandemi, tapi harus tetap tegak berdiri dan melanjutkan proses pembangunan dunia pariwisata.

“Saya sebagai salah satu usaha yang bergerak di bidang pariwisata ini selalu meyakinkan bahwa apapun yang kita lakukan, apapun yang kita kerjakan adalah bagian daripada kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.*(dng)

BACA JUGA :   Ciptakan Suasana Sejuk Jelang Pemilu, Polres Sarolangun Gelar Istighosah Akbar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses