DimensiNews.co.id, SUKOHARJO – Protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang digencarkan pemerintah mempunyai makna yang sangat dalam khususnya umat Islam. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad, ketika melakukan pembinaan dalam rangka pendidikan madrasah pada Senin (19/10/2020) di Kampus 1 MIN 2 Sukoharjo.
Menurut Musta’in Ahmad, ketentuan dalam protokol kesehatan antara lain cuci tangan memakai sabun yang bisa dimaknai bahwa umat Islam jangan sampai memegang sesuatu yang bukan miliknya. Jika sampai terjadi maka harus bertobat dan membersihkan diri dengan kembali ke jalan Allah.
“Sekarang semua orang wajib memakai masker yang ini menunjukkan bahwa mulut harus ditutup. Banyak orang yang menggunakan mulut untuk mengeluarkan komentar yang justru menyesatkan dan membikin keonaran. Oleh karena itu ditutupnya mulut dengan masker menjadikan manusia tidak berkomentar yang kurang baik,” jelasnya.
Lebih lanjut Musta’in menambahkan bahwa harus jaga jarak antar sesame. Hal itu dapat diartikan bahwa manusia sekarang harus memperhatikan diri sendiri dahulu. Jangan sampai terus mengurusi orang lain sedangkan dirinya justru tidak intropensi terlebih dahulu.
“Sekarang setiap madrasah harus bisa menjadi madrasah yang BRI, yaitu Bersih, Rapi, dan Indah. Sehingga siapa saja yang masuk ke lingkungan madrasah menjadi nyaman,” imbuh Musta’in Ahmad. (pry)
















