Tak Perlu Ragu Jadi Peserta Program JKN-KIS, Any Sudah Merasakan Manfaatnya

  • Bagikan
Foto: Any Nurhayati Tresna (Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah).

DimensiNews.co.id, JAKARTA- Any Nurhayati Tresna (60) merupakan salah satu warga Kota Administrasi Jakarta Barat yang bangga menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

Ia sudah menjadi peserta sejak tahun 2016 dan rutin membayar iuran sampai saat ini.

“Pada tahun 2017-2018 saya menjalani pengobatan rutin di Rumah Sakit Pelni untuk sakit pengapuran yang saya alami. Saya diberikan terapi oleh dokter kemudian saya juga diberi obat rutin. Semuanya gratis tanpa mengeluarkan biaya karena sudah dijamin oleh JKN-KIS,” tutur Any pada saat ditemui di kediamannya.

Selain itu, Any juga mengaku menjalani pengobatan rutin untuk penyakit diabetes di Puskesmas. Pengobatan diabetes yang dijalani Any sudah termasuk dengan pemberian obat rutin serta pengecekan gula darah untuk menjaga kestabilan kondisi kesehatannya.

BACA JUGA :   Dampingi Wagub Jatim, Kapolres Gresik Tinjau Tanggul Jebol di Desa Cermen

“Sebenarnya, saya berusaha untuk memanfaatkan Program JKN-KIS sebijak mungkin. Menurut saya, banyak masyarakat yang membutuhkan pengobatan yang membutuhkan biaya mahal yang harus ditolong Program JKN-KIS. Jadi kalau saya mampu, saya beli obat dan perlengkapan pengecekan kadar gula dalam darah,” jelas Any sambil tersenyum.

Any menuturkan, suaminya, Budhi Hermanto, pernah dirawat di Rumah Sakit Pelni selama kurang lebih sepuluh hari pada tahun 2019 karena sakit komplikasi yang dideritanya. Pada saat itu, ia sangat beryukur karena seluruh perawatan suaminya di rumah sakit dapat ditanggung oleh Program JKN-KIS.

“Pada saat itu, suami saya dilayani dengan baik oleh tenaga medis yang ada di rumah sakit. Semua perawatannya dari awal masuk rumah sakit sampai keluar dan juga kontrol setelah itu ditanggung oleh Program JKN-KIS. Program ini memang program yang sangat bermanfaat dan membantu peserta di saat kami membutuhkan,” kata Any.

BACA JUGA :   Demi Mendapatkan Vaksin, 260 Orang Bermasker Mendatangi Polres Madiun

Ia berharap Program JKN-KIS akan selalu ada untuk dapat emmbantu masyarakat yang membutuhkan. Bagi dia iuran tiap bulan yang ia bayarkan sama sekali tidak memberatkan dan jika pada saat tidak memanfaatkan Program JKN-KIS untuk berobat, maka iuran tersebut akan digunakan untuk membantu peserta lain yang sedang membutuhkan. Sehingga, masyarakat saling bergotong royong untuk dapat membantu sesama. (hl)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses