PURWAKARTA – Mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada bulan Juni – Agustus 2024
Pemkab Purwakarta menyiagakan ribuan personil yang terdiri dari 2.196 Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), 183 Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), 75 personil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) serta 15 personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwakarta
Para relawan yang disiagakan berasal dari 183 desa dan 9 kelurahan di 17 Kecamatan yang ada di Wilayah Kabupaten Purwakarta, para relawan tersebut akan melakukan monitoring di masing-masing Wilayah Desa sebagai langkah awal antisipasi bencana
Berdasarkan data yang dikutip dari Website Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Purwakarta sesuai Surat Keputusan Direksi Perum Perhutani Nomor: 903/KPTS/DIR/2013 tanggal 30 Agustus 2013 tentang Pembagian Kawasan Hutan Pada KPH Purwakarta luasan hutan yang ada di Kab.Purwakarta seluas 60.609,83 hektar
Pada tahun 2023, kebakaran yang menyerang kawasan hutan, perkebunan dan lahan mencapai 243 kali, dengan jumlah total luas areal yang terbakar mencapai 239,156 hektar
Areal yang terbakar tersebar di 11 kecamatan yang meliputi Kecamatan Bungursari dengan 39 kali kebakaran, Jatiluhur (33 kali), Sukatani (33 kali), Purwakarta (33 kali), Darangdan (22 kali), Babakancikao (19 kali), Campaka (16 kali), Wanayasa (14 kali), Plered (13 kali), Kiarapedes (11 kali) dan Kecamatan Pasawahan 10 kali kebakaran, dari total itu sebagian besar kebakaran terjadi saat puncak musim kemarau
Sehingga untuk antisipasi potensi bencana tahun ini, Pemkab Purwakarta menyiagakan para personil dan relawan sebagai ujung tombak dalam mengantisipasi berbagai potensi bencana yang akan muncul saat puncak kemarau
Hal ini disampaikan Kepala BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, kepada beberapa Awak Media di halaman komplek Pemkab, Rabu (26/6/2024), Ia juga Menjelaskan,
” Potensi ancaman bencana kekeringan dan berkurangnya pasokan air bersih maupun pasokan air pertanian, diperkirakan akan terjadi di 12 kecamatan, yang meliputi Kecamatan Purwakarta, Pondoksalam, Darangdan, Pasawahan, Tegalwaru, Bojong, Babakancikao, Plered, Kiarapedes, Jatiluhur, Sukasari dan Kecamatan Sukatani,
Pemetaan dan penanganan terhadap wilayah yang akan mengalami dampak kekeringan itu terus kita matangkan. Sejumlah opsi dan skema langkah mitigasinya kita persiapkan,” ujar Erlan.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kebakaran Dan Penyelamatan (DPKP), Juddy Herdiana, ” Dalam menghadapi potensi bencana karhutla, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) telah bergerak cepat untuk mengantisipasinya, sebagian besar personil DPKP telah disiagakan, termasuk menyiagakan semua peralatan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan,
Semua potensi yang kami miliki kita siagakan untuk mengatasi kemungkinan bencana saat puncak musim kemarau, selain personil, semua peralatan utama pemadaman kebakaran telah disiapkan, meliputi satu unit mobil komando, 5 unit mobil pemadam kebakaran, 1 untuk mobil ambulan, 4 sepeda motor trail untuk medan berat dan peralatan pendukung lainnya,
Kita juga terus memonitor ketat kawasan hutan yang ada diseluruh Purwakarta, melalui tiga Pos Wilayah Pemadaman Kebakaran (Poswil Damkar) yang berlokasi di Cikopo, Plered, dan Poswil Damkar Wanayasa,” Ungkap Juddy.
Antisipasi menghadapi ancaman kekeringan dan karhutla mendapatkan perhatian serius Penjabat (Pj) Bupati Purwakarta Benni Irwan, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Purwakarta, Rudi Hartono, mengatakan,
“Semua langkah antisipasi itu merupakan bukti kesungguhan Dinas terkait untuk memastikan ancaman kekeringan dan karhutla, Pj Bupati meminta agar semua langkah mitigasi bencana bisa dijalankan dengan baik untuk melindungi masyarakat Purwakarta,” Pungkas Rudi.(AsBud)
















