SAROLANGUN – Kepala satuan tugas penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sarolangun sekaligus Dandim 0420/ Sarko, Letkol Inf Tomi Radya Diansyah Lubis menegaskan sepanjang tahun 2021 telah tercatat tiga titik hotspot (Api) di Kabupaten Sarolangun.
Tiga titik api itu diketahui berada di Kecamatan Air Hitam, Kecamatan Mandiangin dan Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun Jambi. Namun, kata dia, pada saat akan dilakukan penindakan tidak ditemukan adanya pelaku.
“Itu pada saat kita datang api sudah padam, jadi di 3 Kecamatan. Air Hitam satu titik, Mandiangin satu titik dan Pauh satu titik. Dari periode 1 Januari sampai hari ini dan pada saat kita akan lakukan pemadaman sudah tidak ada lagi orangnya,” ujar Dandim, Senin (8/3/2021).
Dia menerangkan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan tahapan pencegahan yang mana masi bersifat sosialisasi, edukasi dan patroli bersama.
“Patroli bersama TNI Polri seperti yang disampaikan pak Wabub akan dilaksankan apel ditingkat Kecamatan dengan melibatkan stakeholder terkait, tokoh agama, masyarakat, sosialisasi jadi sementara poskonya kita tempatkan di Koramil dan akan dilakukan patroli bersama,” katanya.
Untuk saat ini, pihaknya mengaku akan segera membentuk posko permanen terkait penanganan Karhutla di Sarolangun. Sedangkan sementara ini, posko penanganan berada di Koramil.
“Jadi kita masih menunggu, jadi inikan sifatnya siaga darurat dan baru nanti pada bulan Juni sampai dengan Agustus September diperkirakan kemarau dan saat itulah nanti penanganan dan akan dibuat nanti posko-poskonya,” jelasnya.
Jika dipetakan, kata Dandim terdapat dua titik yang masuk dalam kawasan rawan kebakaran. Dimana, yang masuk dalam kawasan itu perkebunan dan gambut.
“Jadi 70 persen lahan di Sarolangun ini adalah mineral dan 30 persennya adalah gambut dan yang perlu kita waspadai sebetulnya lahan gambut. Karena lahan gambut ini dia cepat menyebar, dia batubara muda sehingga cepat menyebar. Tetapi kalau lahan mineral dia langsung padam,” ungkapnya.
Lebih lanjut diceritakannya, kawasan gambut yang terdapat di Kabupaten Sarolangun terdapat dibeberapa titik perkebunan masyarakat hingga perbatasan lahan perusahaan.
“Contohnya di KDA Mandiangin Selatan itu, banyak lahan gambut dan tahun 2019 disitu juga banyak titik api hotspot nya dan alhamdulilah ditahun 2020 karena curah hujan yang cukup tinggi dan masih ada curah hujan jadi dia tidak terlalu beresiko,” kataya lagi.
Dia menegaskan, sesuai dengan arahan presiden dalam penegakan hukum terkait permasalahan karhutla akan dilakukan sesuai dengan perundang-undangan.
“Jelas seperti perintah presiden akan dilakukan penegakan hukum, tidak tebang pilih dan akan dilakukan penindakan hukum apabila ada masyarakat kita maupun perusahaan yang melakukan pembukaan lahan pembakaran,” tutupnya.*(sanu)
















