
DimensiNews.co.id KEPULAUAN NIAS – Politik mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita yang hidup di negara yang notabene menganut sistem demokrasi. Perwakilan-perwakilan tentunya sangat dibutuhkan di negara demokrasi. Namun saja, banyak para calon pimpinan daerah menebar janji pada saat kampanye dalam menarik simpatisan masyarakat dalam mencapai suatu jabatan.
Politik memang cerdik dan bijaksana sebagai suatu cara untuk melakukan sesuatu didalam mencapai tujuan.
Sebenarnya setiap manusia sudah berpolitik, apakah seorang pedagang, yang mempunyai pola pikir bagaiman dagangannya bisa laku dan mempunyai untung yang besar, tentu yang dipakai adalah siasat, kemudian seorang sopir, mempunyai pemikiran bagaimana supaya dapat cepat sampai ditujuan dengan waktu yang cepat.
Hal ini sama yang terjadi di daerah Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. Dimana pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias pada pemilu 2016 lalau, setiap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nias banyak menebar janji dalam mencapai tujuan masing-masing.
Sesudah digelarnya pemilihan umum, tercapai sudah angan-angan dan tujuan yang dimana Drs.Sokhiatulo Laoli, MM dan Arosokhi Waruwu. SH, MH menjabat sebagai Bupati Nias dan Wakil Bupati Nias periode 2016-2021 , bahkan sebelumnya pasangan tersebut telah menjabat pada periode 2011-2016 hingga saat ini menjabat 2 (Dua) periode dan akan berakhir masa jabatan sampai 2021 nantinya.
Kini waktu semakin berlalu masa jabatanpun mulai berakhir, diduga Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM dan Arosokhi Waruwu, SH. MH Wakil Bupati Nias lupa dengan janji-janji manisnya pada masa kampanyenya hingga sampai saat ini belum ditempatin.
Sesuai yang di ungkap sebagian warga Kabupaten Nias, Pada Sabtu (28/07/2018). Bahwa pada masa kampanye Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM pernah menjanjikan pembangunan Universitas Negeri Nias yang dialokasikan di daerah Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, bahkan dilokasi tersebut telah dipasang merek bertulisan “Lokasi Universitas Negeri Nias” dengan Luas 30 H. sayangnya, sudah dua periode menjabat sampai saat ini tak ada kabar bangunan tersebut padahal masyarakat dan generasi muda telah berharap.
“Kalau Bupati Nias tak sanggup mengupayakan pembangunan tersebut lebih baik tanah/kebun dikembalikan kepada warga untuk dikelolah kembali dari pada ia janji-janji palsu terus.
Kami warga merasa kecewa telah termakan janji manisnya, kini bangunan universitas negeri ini tak kunjung ada, buat apa ia memasang merek tersebut kalau hanya pembuat sakit hati masyarakat,”tutur warga dengan kecewa.
Selain itu, dijanjikan juga pembangunan jalan dari Tetehosi sampai Bozihona Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Kantor Bupati yang saat ini belum kunjung selesai, Kantor DPRD belum juga tercapai, pembangunan jembatan Hou penghubung Kecamatan Bawolato dengan Kec.Gomo Kabupaten Nias Selatan belum terlaksana,
Selain itu pembangunan pengendalian bajir di Kecamatan Bawolato yang sering dilanda banjir ketika hujan deras datang mulai dari Desa Lagasimahe,Siofaewali,Siofaewali Selatan, Sohoya, dan sampai ke onolimbu daerah pariwisata sampai saat ini tidak ada unjungnya.
Bukan hanya itu juga, Pariwisata di Kabupaten Nias yang saat ini dihebohkanya di daerah luar kini tidak sesuai dengan kenyataanya. Pasalnya, daerah pariwisata yang telah ada bangunannya belum ada perawatan, dilihat dari kondisi kebersihan sampah pun berserakan dimana-mana rumput pun mengelilingi bangunan.
“Periode pertama Sokhiatulo Laoli menjanjikan adanya pabrik getah karet di Kabupaten Nias, sampai saat ini belum terwujud bahkan warganyapun mulai sengsaran dengan sistem ekonomi yang sangat terpuruk,” ucap warga.
Kondisi seperti inilah yang membuat masyarakat kecewa dengan janji-janji politik yang tak kunjung ditempatin. Warga Kabupaten Nias berharap dan mengingatkan agar janji politik pada masa kampanye Bupati Nias dapat di wujudkan di masa akhir periodenya yang kurang lebih dari 2 tahun lagi.
Laporan Reporter : Deserman Lase
Editor. : Red DN
















