Pasar Induk Kota Batu Segera Dibangun Dengan Konsep Green Building

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, BATU-Di desain dengan konsep bagunan hijau atau Green Building, Pasar Induk Kota Batu segera dibagun. Hal ini ditunjukkan saat sosialisasi Detail Engineering Design (DED) di Graha Pancasila Balai Among Tani, Kota Batu, Senin (14/9/2020) sore.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu Bangun Yulianto, mengatakan bahwa penyusunan DED itu berdasarkan Peraturan Presiden dimana percepatan pembangunan wilayah Jawa Timur dan Kota Batu termasuk zona Bromo Tengger Semeru yang didalamnya ada pembangunan Pasar Induk dengan anggaran Rp 200 miliar.

“Di dalam DPA DPKPP ini ada penyusunan DED yang juga didukung penyusunan amdal dan amdal lalin,” terangnya, Senin (14/9/2020) sore, saat sosialisasi DED.

Sedangkan, lanjut Bangun, proses pengadaan perencanaan DED sudah disampaikan, juga kontraknya 17 Juli 2020 dan pemenangnya konsultan PT Saranabudi Prakarsaripta dari Semarang, Jawa Tengah.

“Kami sudah melakukan tahapan dengan pengukuran luasan seluruh area, dan ditemukan perbedaan tinggi kurang lebih 17 meter. Sehingga kami dan konsultan berupaya bagaimana mengoptimalkan untuk tidak menghabiskan biaya besar,” bebernya.

BACA JUGA :   Belum Capai Target,Polda Jambi Berangkatkan Tim Vaksinator ke Kabupaten Kerinci

Sementara, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Eko Suhartono menjelaskan bahwa ini merupakan awal sosialisasi dengan harapan setelah ini ada komunikasi yang baik antara pedagang dengan tim teknis yang notabene digawangi DPKPP Kota Batu.

“Pasti ada ketidaksesuaian, harapan kita progres ini bisa cepat karena pembangunan pasar ini untuk masyarakat dan pedagang Kota Batu,” ujar dia.

Dengan adanya sosialisasi itu, Eko menambahkan semua pedagang dan masyarakat mengetahui sehingga ada masukan konsumtif dan ke depan progres pembangunan sesuai jadwal.

“Kami masih melakukan pendataan jumlah pedagang, sekarang ini ada 3.306 pedagang yang kemarin sebenarnya 3.324 pedagang. Oleh sebab itu, dengan perecanaan pembangunan Pasar Induk ini kami mohon doa restunya,” ungkap Eko.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko

Di tempat yang sama, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, mengutarakan bahwa pihaknya dan konsultan sangat terbuka agar bisa sama-sama baik semua juga untuk yang menempatinya (pedagang, red).

BACA JUGA :   Hujan Lebat Disertai Angin Kencang di Kediri Memakan Korban

“Soal lokasi ukuran luasan tergantung dari jumlah surat yang dimiliki pedagang, ini nanti bisa diakomodir. Dan, setelah ini dilakukan sosialisasi kecil yang lebih intens khusus dengan pedagang,” pungkasnya.

Seperti yang dipaparkan, Pasar Induk Kota Batu itu dibuat tiga lantai. Kondisi tersebut disesuaikan dengan gradasi kontur tanah yang mencapai selisih 17 meter dari timur dan barat.

Pasar tiga lantai itu pun hanya dibangun 60 persen dari total luas lahan 4 hektar lebih. “
Rinciannya, dari tiga lantai itu untuk lantai pertama seluas 14,197 meter persegi. Itu bakal ditempati pedagang yang berjualan dagangan basah.

Kemudian, bakal ada los daging, kios bunga, kios tukang, kios rombeng, kios kelontong. Selain itu los sayur dan los buah-buahan.
Sedangkan di lantai dua, areanya seluas 13,625 meter persegi. Lahan seluas itu akan dimanfaatkan untuk toko emas, pakaian, bank, KUD, pracangan dan kios palen.

BACA JUGA :   Kawal Ketat di Setiap TPS  Aparat Keamanan TNI-Polri  Utamakan Kenyamanan Masyarakat

Sementara di lantai tiga untuk cafe, PKL dan co working space. Harapannya, agar bisa dijadikan tempat nongkrong sambil menikmati keindahan panorama alam Kota Wisata Batu (KWB).

Dan, pembangunan pasar itu dibuat tiga lantai karena gradasi kontur tanah mencapai 17 meter dari timur ke barat, sehingga kontur tanah yang tidak rata itu harus digradasi.

Oleh sebab itu, untuk meminimalkan angka pengeluaran, tidak perlu melakukan pengurukan untuk meratakan, tapi cukup disiasati dengan melakukan gradasi tanah.
Disimpulkan dari pemaparan itu, kontruksi bangunan itu tidak memperbanyak beton tetapi akan perbanyak baja dengan sistem Cremona.

Green Building dengan konsep yang diambil dari sistem teknologi perdagangan luar negeri semua pengunjung akan disuguhi informasi awal tentang semua harga produk yang dijual di Pasar Induk Kota Batu.

Selain itu, sistem yang digunakan yaitu penghematan energi listrik yang mana sebagian akan menggunakan Solar Sel juga pengolahan limbah yang baik dan bersih.(Adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses