Kemendikbud, lanjutnya, menggunakan data induk data siswa, guru, dosen, dan mahasiswa agar program bantuan ini dapat sampai tepat sasaran. Apabila nomor ponsel yang digunakan sudah tidak aktif, tentu tidak akan masuk dalam sistem pembayaran ke pihak operator.
“Kami ingin datanya memang betul-betul yang digunakan saat ini. Setelah data diterima dari perguruan tinggi, kami melakukan validasi dan verifikasi lalu diluncurkan untuk bulan pertama,” ucapnya.
Dia menegaskan, dana yang akan dibayarkan ke operator adalah yang betul-betul menerima bantuan agar tidak ada manipulasi angka dan seluruhnya disalurkan kepada mahasiswa serta dosen.
(red)
















