oleh

Baru Menjabat 4 Bulan, Ketua DPD Gercin Provinsi Jambi Resmi Mengundurkan Diri

DimensiNews.co.id, JAMBI- Arif yang telah menerima mandat sebagai Ketua DPD GERCIN Provinsi Jambi sejak 17 Januari 2020 lalu, kini memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya pada 18 Mei 2020.

Hal ini buntut dari polemik terkait dugaan adanya dualisme di tubuh DPD GERCIN Provinsi Jambi yang kepengurusannya dikelola oleh Arif.

“Dalam kurun waktu yang berjalan, dari bulan Januari menerima mandat Alhamdulillah pada Rabu 11 Maret 2020, kepengurusan DPD GERCIN Provinsi Jambi telah berhasil membentuk struktur kepengurusan. Bukan hanya struktur kepengurusan bidang maupun anggota bidang yang telah terbentuk, tetapi kepengurusan DPC Kota dan Kabupaten se-Provinsi Jambi juga sudah terbentuk sekitar 80%. Hanya tinggal Tiga Kabupaten yang ada di Provinsi Jambi yang belum terbentuk,” ucap Arif.

Ia juga mengatakan, dibawah kepemimpinannya GERCIN Provinsi Jambi telah melakukan Rakorda pertama dalam rangka pemantapan struktur kepengurusan dan bahkan persiapan agenda pelantikan atau deklarasi DPD GERCIN Provinsi Jambi.

Selain itu, kata Arif, ia juga telah membuat persiapan pelantikan kepengurusan DPC Kota yang telah terbentuk dengan memberikan mandat tugas resmi secara langsung.

“Ada kendala yang kita hadapi, baik itu agenda pelantikan yang telah kita rencanakan sampai sedikit ada polemik di tubuh DPD GERCIN Provinsi Jambi,” imbuh Arif.

“Kendala utama yang kita alami yaitu terkait wabah nasional yang juga menjadi wabah dunia yaitu wabah Covid-19 atau virus corona yang betul-betul berdampak luar biasa. Hampir semua aspek dan lini perekonomian mengalami kelumpuhan sampai agenda pelantikan atau deklarasi DPD GERCIN yang telah menjadi agenda utama kita pun terpending karena mengingingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan,” lanjut Arif menerangkan.

“Dalam kegiatan tersebut, kita melakukan agenda deklarasi karena kita pastil menghadirkan atau mengundang banyak orang mulai dari seluruh pengurus DPD, DPC DPC yang telah terbentuk dan termasuk para undangan, itulah salah satu kendala utama terhambatnya beberapa agenda organisasi GERCIN sampai ke agenda utama yaitu deklarasi atau pelantikan GERCIN di Provinsi Jambi,” papar Arif.

Ketika disinggung terkait polemik yang timbul di tubuh DPD GERCIN Jambi, ia menjawab kurang lebih karena kurangnya kepercayaan sehingga berpotensi menimbulkan kecurigaan-kecurigaan di tubuh organisasi.

“Ya mulai muncul bahasa -bahasa yang indikasi kurangnya kepercayaan, dan secara manusiawi kita menyadari kelemahan kita, tetapi satu hal yang harus kita ingat bahwa setiap ada kekurangan pasti ada kelebihan dan potensi yang besar jika kita bisa saing bersama dengan memandang suatu hal tersebut itu dengan positif,” ujar Arif.

“Dari situasi yang nampak adanya gejolak dalam tubuh DPD GERCIN Jambi, sampai suatu hari saya melihat ada status komen dari salah satu pengurus yang mengeluarkan statement di luar kontrol yang terindikasi menjatuhkan power saya sebagai Ketua DPD GERCIN yang menerima mandat waktu itu, yang indikasi dari bahasanya mengklaim bahwa dia lah tongkat komando utama di GERCIN yang terindikasi melemahkan kebijakan ketua, dalam statemen yang indikasi lebih mengedepankan ego,” jelasnya.

“Kenapa demikian banyak pengurus dan anggota GERCIN yang menghubungi saya menanyakan siapa orang tersebut dan apa posisi jabatannya di DPD GERCIN Jambi. Secara Defacto dia memiliki posisi yang cukup penting di DPD GERCIN,  itu baru sebatas usulan tapi belum secara Yuridist atau Administrasi, karena dia orang yang menjadi jembatan organisasi GERCIN masuk ke Jambi. Saya secara pribadi menghomatinya karena awal diskusi GERCIN di Jambi hanya kami berdua, dan bahkan saya usulkan jadi Ketua tapi menolak dengan dalih tidak sanggup,” tutup Arif. (sanu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed