by

11 Orang Menjadi Tersangka Penyanderaan dan Pengeroyokan Kapolsek dan Anggota Polisi

DimensiNews.co.id, – BUNGO – Polres Bungo Berhasil mengamankan 22 orang terduga pelaku kasus keterlibatan penyanderaan Kapolsek Pelepat dan Tujuh anggota Polisi yang dilakukan warga Desa Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Penangkapan pada Rabu malam kemarin.

Dari 22 orang terduga tersangka Polisi melakukan gelar perkara dan di tetapkan 11 orang menjadi tersangka.

BACA JUGA : Dikepung Massa Tolak Razia PETI, Kapolsek Pelepat Kena Tikam di Pantat

Informasi dirangkum DimensiNews, kasus keterlibatan penyanderaan Kapolsek Pelepat AKP. Suhendry terungkap dari 22 orang saksi yang diamankan Polres Bungo. Dari jumlah tersebut baru ditetapkan 11 orang tersangka.

Diketahui tersangka 11 orang ini terdiri dari laki-laki dan perempuan, dan saat ini sudah ditahan di Polres Bungo serta akan diperiksa intensif lagi guna menyelidiki para pengeroyakan dan penusukan Kapolsek dan anggota Kepolisian beberapa waktu lalu.

“Benar, sudah delapan orang ditetapkan tersangka dalam kasus penyandraan Kapolsek dan anggota kepolisian dan Polres akan terus mengungkap para warga yang terlibat penyandraan baik itu pengrusakan mobil, pengeroyokan maupun penikaman Kapolsek. Jadi, kita sudah tetapkan 11 orang tersangka dan akan mengungkap para pelaku pengeroyokan dan pengrusakan mobil,” kata Kapolres Bungo AKBP. Trisaksono Puspo Aji, Kamis 14/05/2020.

Kapolres menyebutkan, untuk barang bukti berupa kayu, ada pecahan mobil saat anggota kita melakukan razia, kemudian ada batu, ada kendaraan motor untuk menghalang-halangi petugas dan termasuk kendaraan yang membawa massa ke lokasi penyanderaan.

“Kita akan mencari lagi orang yang sudah kita identifikasi sebagai pelaku penghadangan dan penusukan Kapolsek. Jadi, nanti foto fotonya akan kita rilis para penyandera Kapolsek dan anggota polisi di lapangan saat menangkap pelaku penambangan emas tanpa ijin,” jelasnya.

Trisaksono menceritakan, saat kejadian sebelumnya ada puluhan orang diperiksa sebagai saksi, namun pada Rabu malam 13 Mei 2020 warga yang terlibat langsung dijemput kepolisian dan ada juga yang masih dalam pencarian orang (DPO).

“Warga diperiksa sebagai saksi dari 22 orang yang kita amankan pada Rabu malam dan kita lakukan gelar perkara dan 11 orang jadi tersangka ada laki-laki dan ada juga perempuan,” jelasnya.

Trisaksono menyebutkan, para tersangka termasuk melakukan pelemparan atas perintah dari seseorang bernama E yang dibayar langsung senilai 200 ribu dan Polres Bungo sudah menetapkan dalam pencarian orang.

“Jadi para tersangka ini sudah menyampaikan bahwa ada yang menyusun untuk melakukan kerumunan massa dalam penyanderaan. Padahal saat Covid-19 ini tidak diperkenankan berkumpul atau sifatnya kerumunan massa. Jadi, ini juga salah satu kegiatan kegiatan yang harus dihindari namun masih juga dilaksanakan,” terangnya.

“Kemudian oknum bernama E, merupakan provokator untuk melakukan penghadangan, karena memang dari hasil penyidikan beserta bukti bukti kuat dugaan yang mengarah E dan saat ini sudah dicari sampai dapat,” imbuhnya.

“Para tersangka beragam macam melakukan saat penyandraan ada melakukan melawan petugas pada saat di lokasi penghadangan, ada juga yang menghasut massa ataupun perbuatan melakukan pelanggaran hukum,” katanya.

Sebelumnya, Kapolsek Palepat ditikam warga beserta 6 anggota lainnya dikeroyok ratusan warga Desa Baru dan Desa Batu Kerbau, Bungo pada Minggu, 10 Mei 2020. Sehingga Kapolsek Palepat, Kabupaten Bungo harus dirawat di rumah sakit setelah ditikam warga.*(Barax)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed