DimensiNews.co.id – ACEH UTARA – Untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tetap komit dengan moratorium perkebunan kelapa sawit, serta memberikan kesempatan kepada sektor perkebunan yang lain.
Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, pada acara diskusi yang bertajuk “Moratorium Sawit Sebagai Strategi Menjaga Keseimbangan Lingkungan”, kegiatan itu berlangsung di Banda Aceh pada Rabu, 8 Januari 2020. Diskusi ini turut dihadiri Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, para pejabat leading sektor terkait, dan sejumlah LSM pemerhati lingkungan.
Ia menyebutkan, dasar moratorium itu berdasarkan Instruksi Bupati Aceh Utara No 584 Tahun 2016 tentang Moratorium Sawit, atas dasar itu Pemkab Aceh Utara sangat serius untuk meningkatkan pembangunan di sektor perkebunan sebagai penopang perekonomian masyarakat.
Adapun poin-poin dalam moratorium sesuai dengan Instruksi Bupati Aceh Utara antara lain tidak mengeluarkan surat pertimbangan analisa teknis untuk perizinan perkebunan baru, tidak lagi mengusulkan pengadaan bibit sawit baru, tidak melakukan perencanaan ruang untuk perkebunan sawit baru dan melakukan evaluasi izin perkebunan sawit yang sudah ada.
“Moratorium ini telah berjalan dengan baik, bahkan banyak dicontoh oleh daerah lain di Indonesia dan diseminarkan oleh sejumlah forum,” tegas Wabup Fauzi Yusuf.
Dikeluarkan moratorium tersebut pada tahun 2016 merupakan salah satu upaya untuk memberi ruang yang lebih luas pada perkebunan rakyat, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Di Aceh Utara, kata Fauzi, terdapat tiga sektor prioritas pembangunan ekonomi, yaitu sektor perkebunan, pertanian dan perikanan.
“Kami terus mendorong pembangunan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Ini fokus kami sesuai dengan visi dan misi arah pembangunan Aceh Utara,” jelasnya.
Menurut Fauzi, ketiga sektor tersebut sangat strategis untuk dikembangkan di daerah berjuluk Bumi Pase ini. Hal itu disebabkan 60 persen penduduk Aceh Utara bermata pencaharian pada sektor pertanian dan perkebunan, selebihnya 20 persen yang hidup di pesisir bergantung pada sektor perikanan.
Saat ini Aceh Utara memiliki sekitar 45 ribu hektare lahan pertanian sawah dan sekitar 100 ribu hektare lahan perkebunan. (Halim)
















