SUKABUMI — Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi memaparkan tiga pilar utama dalam membangun ketahanan pangan daerah, yakni ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjamin kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kepala DKP Kabupaten Sukabumi, Gatot Sugiarto, menjelaskan bahwa pilar ketersediaan berfokus pada terpenuhinya stok pangan melalui produksi lokal yang optimal serta pengelolaan cadangan pangan daerah.
“Stok pangan harus selalu terjaga, baik dari hasil produksi masyarakat maupun cadangan yang disiapkan pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, pilar keterjangkauan berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam mengakses pangan, baik dari sisi daya beli maupun kelancaran distribusi ke pasar.
“Ketersediaan saja tidak cukup, masyarakat juga harus mampu menjangkau pangan tersebut dengan harga yang wajar dan distribusi yang lancar,” tambahnya.
Adapun pilar pemanfaatan menitikberatkan pada kualitas konsumsi pangan, termasuk pemenuhan gizi seimbang serta jaminan keamanan pangan bagi kesehatan masyarakat.
“Pangan yang dikonsumsi harus bergizi, aman, dan mampu menunjang kualitas hidup masyarakat,” jelas Gatot.
Untuk merealisasikan ketiga pilar tersebut, DKP Kabupaten Sukabumi terus mendorong berbagai program strategis. Di antaranya diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, pemanfaatan pekarangan rumah melalui konsep urban farming, serta optimalisasi cadangan pangan daerah.
Menurut Gatot, langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga hingga daerah.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat mengakses dan memanfaatkan pangan secara optimal untuk kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya.*(Asep)
















