Tangis Haru Warnai Penutupan Program TMMD Slempit

  • Bagikan
Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir didampingi Dansatgas TMMD Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, S.Sos., Bupati Gresik Gus Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution. (Dok. Pen0817)

Gresik – Suasana haru menyelimuti penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0817/Gresik di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Kamis (21/5/2026). Tangis warga pecah saat para prajurit TNI yang selama satu bulan tinggal dan bekerja bersama masyarakat harus meninggalkan desa tersebut.

Momen penutupan TMMD bukan hanya menjadi akhir dari rangkaian pembangunan fisik di Desa Slempit, tetapi juga menjadi perpisahan emosional antara warga dan anggota Satgas TMMD yang selama ini sudah dianggap seperti keluarga sendiri.

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir didampingi Dansatgas TMMD Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, S.Sos. Kehadiran jajaran TNI disambut antusias masyarakat yang sejak pagi memadati lokasi kegiatan.

BACA JUGA :   Kenal Pamit Kapolres Sarolangun Penuh Rasa Haru

Selama pelaksanaan TMMD, prajurit TNI tidak hanya mengerjakan pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga membaur dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka makan bersama warga, bercengkerama di waktu istirahat, hingga bergotong royong menyelesaikan pekerjaan di lapangan.

Kedekatan itulah yang membuat suasana perpisahan terasa begitu emosional. Sejumlah warga terlihat menitikkan air mata saat bersalaman dan berfoto bersama anggota Satgas TMMD usai kegiatan penutupan.

Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir mengatakan, keberhasilan TMMD tidak hanya dilihat dari hasil pembangunan fisik, melainkan juga dari terbangunnya hubungan yang erat antara TNI dan masyarakat.

“TMMD ini bukan sekadar membangun jalan atau fasilitas umum, tetapi juga membangun kebersamaan dan hubungan emosional dengan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :   Program TMMD 106 Kodim 1501/Ternate Bukti Nyata TNI Manunggal Dengan Rakyat

Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan yang tumbuh selama program berlangsung menjadi kekuatan penting dalam membangun desa yang mandiri dan sejahtera.

Sementara itu, Dansatgas TMMD Letkol Inf Fadly Subur Karamaha mengaku memiliki banyak kenangan selama bertugas di Desa Slempit. Ia menyebut sambutan hangat warga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh anggota Satgas.

“Kami datang sebagai Satgas TMMD, tetapi pulang membawa keluarga baru. Kedekatan dengan warga menjadi kenangan yang tidak akan kami lupakan,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat yang selalu hadir membantu seluruh pekerjaan selama program berlangsung.

“Semangat warga menjadi motivasi besar bagi anggota Satgas untuk menyelesaikan seluruh sasaran TMMD dengan maksimal,” katanya.

BACA JUGA :   Prajurit Lantamal III Ikuti Latihan Pencarian dan Pertolongan di Laut  

TMMD Ke-128 di Desa Slempit kini resmi ditutup. Namun kebersamaan, gotong royong, dan ikatan emosional yang terjalin antara TNI dan masyarakat dipastikan akan terus membekas di hati warga. (by)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses