BAGUNA PDI Perjuangan Jabar dan DPC Karawang Dirikan Posko, Tangani Banjir di Sejumlah Kecamatan

  • Bagikan

KARAWANG — Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Jawa Barat bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang dan jajaran BAGUNA cabang bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang.

Sebagai bagian dari upaya tanggap darurat, posko bencana didirikan di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang.

Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu dan hilir Sungai Citarum serta Sungai Cibeet, sehingga menyebabkan luapan air sejak Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Luapan sungai tersebut menggenangi permukiman warga di berbagai kecamatan.

Kepala BAGUNA DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Al Jamaludin, menyampaikan bahwa pada fase awal banjir berdampak pada 12 kecamatan dan 26 desa. Tercatat sebanyak 4.504 kepala keluarga atau 13.841 jiwa terdampak, termasuk kelompok rentan yang terdiri dari 374 balita, 86 bayi, dan 77 lanjut usia.

BACA JUGA :   Dampingi Wapres Tinjau Pergerakan Tanah di Cikembar, Bupati Sukabumi Harapkan Bantuan Pusat Untuk Pemulihan Dampak Bencana

“BAGUNA Cabang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang yang dipimpin saudari Novi Nur Agustiani selaku Wakil Ketua DPC Bidang Penanggulangan Bencana langsung melakukan asesmen lapangan, evakuasi warga, serta pendistribusian bantuan logistik,” ujar Jamaludin, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 2.613 warga terpaksa mengungsi. Sekitar 200 pengungsi ditempatkan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang yang difungsikan sebagai posko utama, sementara sisanya tersebar di sejumlah lokasi pengungsian lainnya.

Berdasarkan data pembaruan per 20 Januari 2026 pukul 17.00 WIB, banjir masih menggenangi tujuh kecamatan dan 20 desa. Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Tanjung Barat, khususnya Desa Karangligar, dengan ketinggian muka air mencapai 50 hingga 250 sentimeter dan berdampak pada 667 rumah atau 2.562 jiwa.

BACA JUGA :   Bangun Tempat Tinggal Yang Nyaman, Satgas TMMD Kodim Bojonegoro Gunakan Teknik Khusus

Di Kecamatan Tanjung Timur, Desa Sukamakmur juga terdampak banjir dengan tinggi air hingga 250 sentimeter, merendam 130 rumah dan memengaruhi 744 jiwa, termasuk balita dan lanjut usia. Sementara itu, Kecamatan Batujaya menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak terbesar, meliputi tujuh desa dengan total 3.584 rumah dan 12.845 jiwa terdampak.

Banjir juga masih merendam wilayah Kecamatan Rengasdengklok, Pakisjaya, Karawang Barat, serta Tirtajaya, dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 120 sentimeter.

Secara keseluruhan, hingga laporan terakhir, banjir di Kabupaten Karawang berdampak pada 5.650 rumah, 7.158 kepala keluarga, dan 21.239 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat sedikitnya 126 balita dan 67 lansia yang membutuhkan penanganan dan perhatian khusus.

BACA JUGA :   Wujudkan Generasi Sehat, Pj Walikota : Jangan Lupa, 23 Juli Kick Off PIN Polio

BAGUNA PDI Perjuangan Jawa Barat bersama DPC Karawang menyatakan akan terus melakukan pemantauan, pendampingan pengungsi, serta koordinasi dengan pihak terkait hingga kondisi kembali normal dan warga dapat beraktivitas seperti semula.*(Asep)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses