Ketua MPR RI Ahmad Muzani Terima Gelar Adat Dato Seri Diwangsa Wira Perdana dari Kesultanan Riau

  • Bagikan
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani menerima gelar kebesaran adat Melayu Dato Seri Diwangsa Wira Perdana. (DOK MPR RI)

KEPULAUAN RIAU- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani menerima gelar kebesaran adat Melayu Dato Seri Diwangsa Wira Perdana, dalam upacara adat yang berlangsung khidmat di Provinsi Kepulauan Riau, Jum’at 14/11/2025.

Dalam sambutannya, Ahmad Muzani menyampaikan rasa syukur dan haru atas kehormatan yang diterimanya di tanah yang disebutnya sebagai “bumi Gurindam yang bersejarah.”

“Sungguh merupakan kehormatan dan anugerah yang tak ternilai bagi diri saya. Hari ini saya berdiri di bumi Gurindam yang bersejarah, saya menerima gelar amanah yang luhur, berupa gelar adat Datuk Sri Diwangsa Wiraperdana,” kata Muzani.

Ia menegaskan, gelar tersebut bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab moral dan kultural yang besar.

BACA JUGA :   Kapenrem 042/Gapu Kunjungi Lokasi TMMD 110 Kodim 0415/BTH

“Gelar ini bukan sekedar atribut, ia adalah sebuah tanggung jawab moral dan kultural yang harus dijunjung tinggi. Saya haturkan setinggi-tingginya terima kasih atas kepercayaan yang mendalam yang telah diberikan oleh masyarakat Melayu kepada kami hari ini,” paparnya.

Tokoh Gerindra ini juga menyinggung nilai-nilai luhur peradaban Melayu yang tumbuh dari Kepulauan Riau yang ia sebut sebagai “jantung peradaban Melayu”, tempat lahirnya karya besar Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas.

“Provinsi Kepulauan Riau adalah jantung peradaban Melayu, tempat lahirnya karya abadi Raja Ali Haji, yaitu Gurindam XII. Karya ini bukan hanya warisan sastra, namun merupakan konstitusi moral bagi orang-orang Melayu yang nilai-nilainya sampai sekarang masih sangat relevan,” jelasnya.

BACA JUGA :   Rumahnya Dibedah Prajurit TNI, Warga Desa Sungai Terap Ini Terharu

Muzani mengutip salah satu pesan dalam pasal kelima Gurindam Dua Belas yang menurutnya sangat penting dalam membangun karakter bangsa.

“Dalam pasal kelima misalnya, Raja Ali Haji berpesan dengan sangat tegas, Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa,” ujarnya.

Ia menekankan, pesan tersebut mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari jabatan, harta, atau kekuasaan, tetapi dari budi pekerti dan tutur kata yang santun.

“Pesan ini mengingatkan kita bahwa kemuliaan seseorang diukur bukan dari harta, kekuasaan, bahkan tahta, melainkan dari budi pekerti dan tutur kata yang santun dan beradab. Inilah esensi kebudayaan Melayu yang mengedepankan akhlak mulia, kesabaran, dan kesehajaan,” terang Muzani.

BACA JUGA :   DPRD Mesuji Gelar Sidang Paripurna Dengar Pidato Kenegaraan Presiden RI Pada HUT RI Ke 78

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Gurindam Dua Belas sejalan dengan semangat kebangsaan Indonesia modern.

“Nilai-nilai Kurindam secara keseluruhan menuntun kepada ketakwaan, pengendalian diri, kejujuran, dan musyawarah — yang merupakan fondasi karakter bangsa kita,” paparnya

“Dengan penuh takzim, saya berikrar akan berusaha mengembang gelar Datuk Sri Diwangsa Wira Perdana ini dengan sebaik-baiknya,” sambungnya

Dirinya bertekad untuk menjadikan gelar kehormatan tersebut sebagai motivasi yang membakar semangat untuk terus memperjuangkan nilai-nilai luhur budaya dalam setiap langkah pembangunan bangsa.

“Akhirnya dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, kami mohon doa dukungan untuk bisa memperjuangkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh masyarakat Melayu Kepulauan Riau dalam gelar adat ini,”pungkasnya.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses