by

Brisik, Pembagunan Apartemen Serpong Garden Dipersoalkan Warga

DimensiNews.co.id, KAB TANGGERANG – Warga Desa Cibogo, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang mengaku sangat terganggu dengan suara bising mesin eskavator dan truk pengurugan tanah pembangunan proyek Apartemen Serpong Garden yang berkerja hingga larut malam.

Dayat, salah satu warga terdekat yang tinggal persis di pinggir proyek pembangunan merasa sangat terganggu dengan suara mesin eskavator dan truck tanah.

“Berisik banget sampai gak bisa tidur mana ibu saya lagi sakit, kalau berisik pengecoran masih bisa saya maklumi karena kalau pengerjaan pengecoran 24 jam dan sebelumnya sudah ada kesepakatan tapi ini mah suara bener-bener sangat mengganggu saya dan keluarga, terutama ibu saya yang sedang sakit,” kata Dayat kepada wartawan.

Selain itu kata Dayat, jam kerjapun sudah melewati aturan, haruasnya alat berat itu gak lebih dari jam 10 tapi ini melebihi batas sampai lewat jam 12 malam masih aja kerja,” ungkap Dayat dengan nada kesal.

Ditempat yang sama Berong (50), salah seorang perwakilan warga saat diwawancarai di lokasi proyek, kedatangan mereka meminta peroses pengerjaan pengurugan tanah agar dihentikan sementara sampai ada kesepakatan antara warga dan pihak pelaksana proyek.

“Pada dasarnya kita mendukung pembangunan apartemen untuk kemajuan wilayah tapi harus ada imbas bagi lingkungan,” kata Berong.

Dia mengklaim pengerjaan pengurugan diduga telah menyalahi aturan yang sebelumnya disepakati antara warga dan pihak manajemen.

“Seharusnya dalam pengerjaan pengecoran saja yang boleh dikerjakan sampai tengah malam sedang untuk yang lainnya hanya sampai pukul 22.00 Wib,”Namun warga tidak dapat berbuat banyak karena sudah ada perjanjian antara pihak menejemen dengan perwakilan warga.ucapnya

Kompensasi yang diberikan, kata Berong lebih banyak diberikan untuk segelintir orang dan organisasi, sementara yang diberikan ke masarakat yang terdampak langsung hanya sebagian kecil

Sementara itu pihak manajemen yang diwakili Koordinator Keamanan Apartemen Serpong, Slamet Prasetyo enggan memberikan banyak komentar.

Namun Slamet Prasetyo menjanjikan akan memanggil pihak RT/RW, organisasi yang terlibat dan pihak management  untuk ikut dalam peroses mediasi. Nantinya proses mediasi akan dilangsungkan Rabu, (11/9/2019) sekitar pukul 14:00 WIB di kantor pelaksana peroyek.

“Saya akan sampaikan, gak berani ngomong panjang, takut salah, biar pihak manajement aja saat mediasi yang ngomong,” ucap Prasetyo menegaskan. (Dul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed