KUA Pakuhaji Gelar Bimbingan Calon Pengantin, Bekali Pasangan Wujudkan Keluarga Harmonis

  • Bagikan

TANGERANG — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi sejumlah calon pengantin, Selasa (23/6/2026). Program ini bertujuan membekali pasangan dengan pengetahuan dan keterampilan guna membangun rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai materi penting yang berkaitan langsung dengan kehidupan berkeluarga. Di antaranya komunikasi efektif dalam rumah tangga, pemahaman hak dan kewajiban suami istri, pengelolaan keuangan keluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, hingga manajemen konflik.

Perwakilan KUA Pakuhaji, Hajjah Yulianah (51), menjelaskan bahwa bimbingan perkawinan merupakan program Kementerian Agama yang dirancang untuk mempersiapkan calon pengantin secara menyeluruh, baik dari sisi mental, spiritual, maupun sosial.

BACA JUGA :   Korupsi, Ketimpangan, dan Kemewahan Elite: Pemicu Demonstrasi Terbesar Nepal dalam Dua Dekade

“Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, pasangan harus saling menjaga kepercayaan, menjunjung kesetiaan, serta mengedepankan kejujuran dan kesabaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga serta menekan angka perceraian. Dengan bekal yang diberikan, pasangan diharapkan mampu menjalani pernikahan yang langgeng.

“Harapannya, rumah tangga yang dibangun bisa bertahan sekali seumur hidup,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang disajikan secara interaktif. Selain menerima materi, mereka juga diberi ruang untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai berbagai persoalan yang berpotensi muncul setelah menikah.

Salah satu peserta, Mala, warga Desa Kiara Payung, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia berharap bekal yang diperoleh dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun rumah tangga bersama pasangannya.

BACA JUGA :   Kelestarian Budaya Indonesia Ada di Tangan Generasi Milenial

“Semoga kami bisa lebih memahami arti kehidupan berumah tangga. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Sementara itu, penyuluh dari Puskesmas Kecamatan Pakuhaji menegaskan bahwa kegiatan ini penting untuk memastikan calon pengantin memiliki kesiapan yang matang dalam membangun keluarga.

“Melalui bimbingan ini, diharapkan pasangan mampu membangun rumah tangga yang sehat, harmonis, dan bertanggung jawab, sekaligus melahirkan generasi yang berkualitas di masa depan,” tegasnya.*(Nana)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses