by

TPU Jeruk Purut, Kawasan Pemakaman Legendaris Berpayung Cerita Horor dan Kisah Mistis

DimensiNews.co id, JAKARTA – Didapuk oleh para penggila cerita horor sebagai kawasan pemakaman paling seram di Jakarta. Beragam kisah horor pun mengalir dari kawasan TPU Jeruk Purut yang senyap dan menyeramkan. Akibatanya, nyaris tak ada yang berani datang seorang diri ke pemakaman ini jika petang menjelang.

Kecuali mereka-mereka yang siap menjemput takut, yang berani melakukannya. Ya, beragam cerita dan mitos penunggu gaib pemakaman ini memang terlampau menyeramkan untuk dibuat bermain-main. Kalau tidak percaya, datang saja dan kemudian rasakan langsung aura mistik itu, saat Jeruk Purut berpayung larut.

Konon, keangkeran Jeruk Purut yang melegenda, ditopang oleh titik-titik mistik di lokasi. Ya, ada empat tempat yang setidaknya ditengarai menjadi sentral dimensi metafisika yang memayungi. Dibelah jalan lurus, di sisi kiri ada pohon kembar dan sumur tua.

Di kanan jalan, spot angker berpusat di pohon benda serta pusara keramat Habib Salim. Jangan pernah ceroboh di empat titik ini, jika tidak ingin disergap aura mistik yang memang bertiup kencang, begitu satu demi satu langkah kaki menapaki kawasan pemakaman legendaris ini.

“Kata orang-orang sih dulu begitu suasana dan kondisinya. Tapi sekarang mungkin dah beda. Tapi balik lagi, boleh percaya boleh tidak. Tapi kalau mau coba buktiin, ya bisa datang langsung ke mari,” ujar Babeh Ook, kuncen TPU Jeruk Purut.

Jeruk Purut tak ubahnya kerajaan siluman, dimana para penguji nyali akan susah siuman jika sudah terbawa ke alam gaib. Mereka-mereka yang yang memiliki ketajaman batin menengarai, gerbang utama kerajaan siluman ini ada di pohon kembar.

Sementara itu, melangkah ke sisi kiri jalan tak berkelok yang membelah Jeruk, ada sumur tua yang juga memancarkan aura gaib. “Ya sejumlah peristiwa pernah terjadi, termasuk orang yang hampir tercebur ke sumur. Gak tau juga apa memang kurang hati-hati, atau karena ada gangguan dari pihak lain. Pesan babeh cuma satu, hati-hati ajah kalau datang ke tempat-tempat kayak gini,” kata Babeh Ook yang telah puluhan tahun bertugas di Jeruk Purut. (DN)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 comments

News Feed