by

Kejari Jaksel Bersama Pokja Wartawan Jaksel Gelar Lomba Mancing

DimensiNews.co.id DEPOK – Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan bersama Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Jakarta Selatan menggelar lomba mancing bertajuk “Selatan Mancing Asik” di kolam pemancingan, Jalan Sawangan Elok RT 03/08 Bojongsari, Depok, Jawa Barat pada Minggu (13/10/2019).

Peserta yang terdiri dari pegawai Kejari Jaksel dan para wartawan telah datang sejak pukul 07.00 WIB, walaupun acara baru dimulai pada pukul 10.00 WIB. Mereka tidak ingin ketinggalan untuk mendapatkan lapak bagus dan meracik umpan lebih dahulu.

“Biar yahud,” celoteh Soleh (55) seorang pegawai Kejari Jakarta Selatan sembari mengaduk umpan di pinggir kolam.

Tidak hanya Soleh, pemandangan serupa juga terlihat pada seluruh lapak mancing. Hanya dalam waktu kurang dari 15 menit, mereka sudah siap berlomba dan melemparkan umpan ke dalam kolam.

Namun, aksi memancing dapat dicegah oleh Ketua Panitia Selatan Mancing Asik, Helmi, Ketentuan yang dibacakan wartawan MNC Media itu pun akhirnya disepakati para pemancing, termasuk Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Jakarta Selatan, Arya Wicaksana.

“Udah pada siap menguras kolem kayaknya nih, tapi nanti dulu, lomba kita buka jam sepuluh teng ya,” ungkap Helmi disambut tawa peserta mancing.

Para peserta yang didominasi para bapak itu pun mulai melempar pancing untuk memperebutkan ikan mas 200 kilogram di kolam. Pesta strike seketika terjadi. Para pemancing terlihat saling bersusulan menarik ikan dan mengisi korang.

“Sentak, yaah, newbie (anak baru) nih,” ungkap Tri, Staf Seksi Pidum meledek Arya yang hanya bisa tersenyum dan menahan malu lantaran kehilangan ikan.

Pertandingan terlihat semakin intens ketika ikan ukuran besar mulai dimasukkan ke dalam kolam. Hanya berselang 15 menit usai panitia melepaskan sepuluh ekor ikan berukuran 1,5-2,5 kilogram, Efrizal, wartawan CNN Indonesia berhasil menangkap satu di antaranya.

Tak lama setelahnya, Efrizal, Wartawan CNN Indonesia strike. Aksi tarik menarik ikan berlangsung sengit, lantaran benang pancing yang digunakan pemuda yang akrab disapa Jali itu berukuran kecil, yakni hanya 0,22 mm. Reel 1.000 ft yang digunakannya pun berderit ketika ikan kembali melawan, dan berusaha melepaskan diri.

“Tes, tes, tes, tes, tes, putus dah-putus dah, haduh, putus dah,” ungkapnya harap-harap cemas.

Nasibnya memang beruntung, panitia segera menyerok ikan dan menyatakan ikan tangkapannya sah. Bergirang diri, Jali pun berteriak kesenangan dan mulai meledek para panitia yang juga merupakan rekan sesama wartawan.

Dirinya kemudian selfi bersama ikan hasil tangkapan, sebelum akhirnya diingatkan panitia jika ikan akan ditimbang. Dalam layar timbangan digital, ikan mas yang didapatkan Jali tercatat memiliki berat 2,470 kilogram.

“Optimis ini mah, soalnya kan ikan yang paling gede 2,5 kilo,” ungkap Jali sembari terkekeh.

Para juara lomba mancing

Dugaanya ternyata benar, ikan perolehannya masih menempati urutan pertama sebagai ikan terberat hingga batas perlombaan berakhir. Sementara posisi dua diperoleh oleh Arya dengan ikan seberat 2,395 kilogram serta Ajun dengan ikan seberat 2,124 kilogram.

Sementara, pemenang ikan terbanyak ketiga dipegang oleh Bagus dengan 29 ekor, juara dua Abdul Rosyid dengan 45 ekor. Sementara, pemenang lomba mancing kategori ikan terbanyak dipegang oleh Witarto dengan jumlah ikan sebanyak 52 ekor.

Ketua Pokja Wartawan Jakarta Selatan, Badru mengaku gembira atas kerjasama dan komunikasi baik yang terjalin antara para wartawan dengan pihak Kejari Jakarta Selatan.

“Saya cuma berharap lewat kegiatan ini, kita jadi semakin dekat, komunikasi enak dan informasi di Kejari Jakarta Selatan dapat lebih transparan,” tandasnya disambut tepukan tangan.(Jie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed