Walikota Jaksel Berikan Arahan Kepada Anggota FKDM

  • Bagikan
Wali Kota Administrasi Kota Jakarta selatan Marullah Matali

DimensiNews.co.id, JAKARTA – Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali memberikan arahan kepada Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Tingkat Kota di ruang rapat FKUB Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jumat (6/9).

Dalam arahannya Marullah didampingi Kepala Kesbangpol Matsani mengatakan, muda-mudahan Anggota FKDM masih punya semangat yang tinggi untuk menciptakan kondusif di Jakarta Selatan, saya sudah lama minta pada pak Matsani (Kesbangpol) di ruang khusus. FKDM kewasdaan dini unik sendiri karena menjadi spion pemerintah.

“Kalau diluar FKDM pakai atribut kelihatan spion, boleh pada acara-acara tertentu, kalau ada sesuatu FKDM punya kontribusi sesuatu kalau datar FKDM tidak akan diapresiasi tapi ada sesuatu punya kontribusi orang bilang bagus.,” ujarnya di ruang FKUB Walikota Jakarta Selatan, Jumat (6/9).

BACA JUGA :   Peduli Terhadap Kesehatan Warga Anggota Paspampres Kopda Davidson Bagikan Masker

Ia menambahkan, temen-temen FKDM bekalnya banyak, pertama harus mengetahui seluk beluk pemerintahan dalam makna simpel saja. Berkaitan dengan masalah pemerintahan sudah saya sampaikan kewaspadaan dini sekarang harus diantisipasi melalui media-media sosial, mudah-mudahan terkendali dengan baik.

Saya masuk di grup FKDM selalu monitor pingin ada hoak. Disitu sudah selesai kita kan andalan masyarakat jangan sampai yang keluar dari kita belum terfilter dengan baik baru kita lempar kemana-mana, mendingan kita ngaku bodoh dari pada sok tahu kita akurasikan dulu akurat kita keluarkan.

“Itu suatu tantangan besar bagi saya FKDM dengan jumlah 579, jumlah banyak saya yakin Jakarta Selatan luasan 141 kilometer persegi. Jadi setiap 1 kilometer persegi bisa dijangkau 3 atau 4, itu indeknya kira-kira itu menjadi telinga dan mata kita gerakan apapun dimonitor dengan baik,”tegasnya..

BACA JUGA :   Pemprov DKI Larang Pengunaan Kantong Plastik Mulai Hari Ini, Pelanggar Didenda Rp 25 Juta

Belakangan anak-anak muda ingin tunjukan jatidirinya, kurang bagus sudah dua hari berturut-turut itu tawuran, ini adanya di lokal tertentu Kecamatan Menteng, Kecamatan Setiabudi, dan Tebet itu saja. Dua ada di kita, satu ada di Jakarta Pusat .

“Yang penting bagi saya pencermatan yang terjadi di masyarakat seperti Magrib Mengaji ini sebenarnya ingin menurunkan tensi, festival olahraga sepanjang tahun apa sudah menyatukan warga masyarakat apa belum, tapi kita pelan-pelan dan muda-mudahan bisa berlanjut terus,” tegasnya. (Yto)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses