MUARA BUNGO – Wacana pemekaran tiga Provinsi baru yang digagas beberapa tokoh turut diamini oleh Zulfikar Achmad. Mantan Bupati Bungo dua periode ini akan setuju dengan rencana pemekaran yang diusulkan tersebut dengan satu catatan.
Zulfikar menyebutkan, sebagai tokoh Kabupaten Bungo serta mewakili seluruh masyarakat akan setuju dengan rencana pemekaran provinsi baru tersebut yakni Jambi Barat dengan catatan Kabupaten Bungo harus menjadi ibu kota provinsi.
“Saya sudah membaca berita tentang wacana yang dusulkan oleh beberapa tokoh daerah tetangga tersebut. Saya rasa kita bisa saja setuju dengan catatan daerah kitalah yang menjadi ibu kota provinsinya ,” ucap Zulfikar.
Permintaan ini menurut Zulfikar memiliki suatu alasan. Katanya, secara geografis Bungo berada pada tempat paling strategis. Bungo berada di tengah antara Kabupaten Dharmasraya, Tebo, Merangin, Sarolangun dan Sungai Penuh Kerinci.
“Bungo ini kota lintas. Lintas barat dan lintas tengah Sumatra bertemu di kota Bungo. Makanya kita yang paling strategis, bukan seperti apa yang disampaikan beberapa tokoh penggas pemekaran ini ,” sebut Anggota DPRD RI ini.
Selain itu, kata Zulfikar, Bungo juga sudah memiliki beberapa failitas penting yang belum dimiliki kabupaten tetangga sudah dimiliki oleh Bungo jauh sebelum adanya gagasan pemekaran ini. Salah satunya yakni Bandara yang bertaraf nasional dan juga terminal tipe A.
“Sewaktu saja menjabat jadi Bupati Bungo dulu saya sudah menyiapkannya. Salah satunya pembangunan bandara dan juga terminal bus tipe A. Bendara kita saat ini sudah bisa turun besawat besar jenis boing, begitu juga terminal kita dapat menampung ratusan bus ,” jelasnya.
Jika ingin memiliki jalur sungai, kata Zulfikar Bungo juga memiliki sungai besar yang terhubung ke sungai batang hari dan kemudian ke laut. Kedepan, menurutnya jalur sungai ini bisa jadi jalur alternatif jika transportasi darat sudah mulai padat.
“Intinya kita jauh lebih siap dibanding kabupaten tetangga. Jika setuju, marilah kita bersama untuk mewujudkan niat baik ini. Semoga saja wacana pemekaran ini akan direalisasikan jika moratorium nantinya sudah dicabut ,” tutup Zulfikar.
Wacana pemekaran ini juga disambut baik oleh Jimmy Syamsudin. Tokoh muda Kabupaten Bungo ini bahkan pernah menyebutkan dirinya bersedia menyiapkan lokasi untuk pembangunan kantor walikota nantinya.
“Jika Bungo jadi ibu kota Provinsi, tentunya Bungo menjadi Kota Madya. Kota Madya nantinya pasti akan butuh kantor walikota, secara pribadi kita bersedia menyiapkan lokasi untuk pembangunan kantor. Jadi pemerintah cukup menyediakan anggaran pembangunannya saja, ” ucap Jimmy Syamsuddin.
Selain itu, kata Jimmy investor juga tidak perlu lagi takut untuk berinvestasi ke Bungo. Pasalnya Bungo memiliki tingkat keamanan yang cukup baik. Hal ini tentunya didukung oleh kinerja TNI dan Polri khususnya Kodim dan Polres Bungo.
“Kita juga sudah memiliki mako brimob. Dengan adanya mako brimob ini tentunya pasti meningkatkan sektor keamanan. Untuk itu investor luar tidak lagi perlu untuk takut berinvestasi di Bungo. Faktor pendukung lainnya juga sudah cukup baik ,” tutupnya.
















