DimensiNews.co.id, JAKARTA – Pasca keributan antar imigran Kamis sore (22/8), Kapolsek Kalideres dan Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) mengamankan pencari suaka asal Sudan dengan mengeluarkan mereka dari dalam penampungan sementara di Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya keributan antar imigran Sudan vs Afganistan dengan memisahkan mereka dari lokasi penampungan.
Tak ayal, para pengungsi asal Sudan keleleran di jalan karena tidak ada tempat untuk bernaung.
“Terpaksa sampai pagi kita disini jagaiin, sampai besok pagi baru kita bergerak ke atasan untuk berkoordinasi dan sebagainya. Tadi saya udah ngomong ke mereka, dan kami minta ke warga atas pengertiannya, karena tidak ada cara lain,” ujar Morina Harahap di penampungan, Kamis malam, 22 Agustus 2019.
Ia menyebut, jika pencari suaka asal Sudan di bawa ke Polsek atau Rudenim, Morina mengaku tidak memiliki tempat untuk menampung mereka semua. Akhirnya jalan satu-satunya setelah terjadi kesepakatan adalah mereka diminta tidur di jalanan dengan dijaga ketat oleh pihak keamanan dan pihak Rudenim.
Karena menurutnya, dia dan pihak kepolisian akan tetap tinggal di penampungan untuk menjaga pencari suaka sampai pagi. Pasalnya, jika pencari suaka asal Sudan dikembalikan ke dalam penampungan, dikhawatirkan akan terjadi keributan lagi.
“Saya akan tidur disini sampai besok, masalahnya ini belum kondusif. Kita tidak memiliki tempat lagi, kemana mereka akan dibawa,” ujarnya.
Dari pantauan dimensinews.co.id Jumat pagi (23/8) di lokasi pasca keributan, sejumlah pencari suaka terpaksa tidur di jalanan dengan dijaga ketat oleh polisi, Satpol PP, TNI, dan pihak dari Rudenim.
Barang-barang mereka diambil ke dalam penampungan secara bergantian dengan dikawal oleh pihak keamanan.
Hingga pagi ini aparat kepolisian TNI dan Satpol PP beserta semua unsur masih berjaga jaga di lokasi sampai ada perintah selanjutnya.
Laporan Wartawan : Hery Lubis

















