Tingkatkan Kekebalan Tubuh, 341 Siswa SD di Karawaci Divaksin

  • Bagikan
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah meninjau langsung kegiatan vaksinasi siswa SD berusia 12 tahun di Karawaci.

TANGERANG- Untuk memperkuat herd immunity terhadap pelajar terkait pemberlakuan sekolah tatap muka terbatas, ratusan siswa sekolah dasar (SD) berusia 12 tahun di Kota Tangerang, mulai disuntik vaksin Covid-19.

Vaksin yang digunakan untuk para pelajar tersebut yaitu jenis Pfizer. Kegiatan vaksinasi pelajar ini dimulai Senin 18 Oktober 2021 hingga Rabu 27 Oktober 2021.

Vaksinasi tersebut dilakukan di lokasi yang telah ditentukan, seperti di Kecamatan Karawaci yang disentralkan di SDN Karawaci 5. Sebanyak 341 siswa mengikuti kegiatan vaksinasi tersebut.

Salah satu pelajar bernama Fajar mengaku awalnya takut divaksin namun dirinya berusaha memberanikan diri, terlebih mendapat dukungan dari orangtua dan gurunya.

“Takut sih awalnya, tapi tadi dipeluk bu guru, dilihatin juga sama mamah. Jadi beraniin saja,” tutur Fajar, penerima vaksin.

BACA JUGA :   Presiden Jokowi Resmikan Gedung Baru Sekretariat ASEAN

Fajar berharap setelah mendapatkan vaksin ini bisa segera masuk sekolah dan belajar bersama teman-temannya di dalam kelas.

“Kata bu guru, biar bisa masuk sekolah harus divaksin dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Arief R Wismansyah mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang menyelenggarakan vaksinasi pelajar secara bertahap dimulai Senin 18 Oktober 2021 untuk siswa SD yang sudah berusia 12 tahun.

“Untuk hari ini, ada sebanyak 341 siswa yang divaksinasi COVID-19 jenis Pfizer. Semoga bisa lancar dan masyarakat terus mendukung program herd immunity yang dilaksanakan Pemkot dan seluruh stakeholder terkait,” ungkap Arief.

Kata Arif, siswa yang mendapat vaksinasi kali ini sebelumnya sudah terdaftar terlebih dahulu berdasarkan data dari pihak sekolah.

BACA JUGA :   Wacana Sinergitas PWI-DPD RI Disambut Baik LaNyalla

Sehingga, jika ada siswa yang lupa membawa dokumen seperti KTP orangtua dan Kartu Keluarga, maka tetap bisa divaksin karena datanya sudah terdaftar di database.

“Kalaupun ada yang gagal karena enggak lolos screening. Misalnya sakit atau baru saja sembuh dari demam, nanti bisa menyusul ketika sudah benar-benar fit,” pungkasnya.*(Fitri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.