oleh

Ditarget 50%, Vaksinasi Terhadap Pelajar di Sukoharjo Terus Dilakukan

SUKOHARJO – Antusiasme masyarakat, khususnya pelajar untuk mengikuti vaksinasi cukup tinggi. Seperti vaksinasi yang dilakukan oleh Kwarcab Pramuka Sukoharjo di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Rabu (22/9/2021). Sempat terjadi penumpukan antrean hingga akhirnya ditertibkan petugas agar tidak terjadi kerumunan.

“Ini di luar prediksi karena kedatangan seharusnya sudah terjadwal sesuai aplikasi di Halodoc. Terlebih lagi tempatnya juga kurang luas, namanya anak-anak dan yang mengantar juga banyak. Seharusnya tidak hanya lima jalur untuk mempercepat proses, tapi tadi hanya ada lima jalur,” terang Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat memantau vaksinasi.

Dikatakan Etik, sempat terjadi penumpukan karena anak-anak datang diluar jadwal yang sudah ditentukan. Seharusnya datang pukul 09.00 WIB tapi datangnya pukul 08.00 WIB dan langsung ikut antre. Seharusnya, ujar Etik, peserta datang sesuai waktu yang ditentukan dalam aplikasi untuk menghindari kerumunan.

“Namanya juga anak-anak, mungkin ingin cepat-cepat mendapat vaksin sehingga datangnya lebih awal,” ujar Etik.

Terkait hal itu, Etik mengaku akan dijadikan evaluasi agar tidak akan terulang lagi, salah satunya dengan memindah lokasi ke Graha PGRI yang tempatnya lebih luas dan lebih nyaman. Kalau di Pendopo GSP, dinilai Etik kurang luas karena didalam pendopo sendiri sudah penuh untuk tenaga kesehatan.

“Untuk evaluasi kita, mudah-nudahan vaksinasi ini berjalan lancar dan tidak ada klaster baru dari vaksinasi di Pendopo GSP ini. Harapan kita segera mengejar capaian vaksinasi agar segera bisa keluar dari level 3,” jelas Etik.

Etik menambahkan, saat ini capaian vaksinasi di Sukoharjo sudah mencapai 44% dan bulan ini semoga bisa mencapai 50% sehingga level bisa turun ke level 2 atau 1. “Begitu ada pengiriman vaksin, langsung kami berikan pada masyarakat, inginnya semua pelajar segera mendapat vaksin untuk keamanan dalam pelaksanaan PTM,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Kwarcab Sukoharjo, Agus Santosa mengatakan, vaksinasi tersebut bekerjasama dengan Halodoc dimana pendaftaran dan pengaturan jadwal kedatangan sudah diatur melalui aplikasi. Namun, yang terjadi kedatangan peserta vaksinasi banyak yang diluar jadwal dan ikut antrean sehingga sempat terjadi penumpukan,” ujarnya.

Agus yang juga Wakil Bupati Sukoharjo tersebut menambahkan, kuota vaksinasi sendiri sebanyak 2.500 dosis. “Begitu ada penumpukan, langsung ditertibkan agar tidak terjadi kerumunan,” tandasnya.*(Priyanto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed