by

2 Orang Korban Tergelam Di Kubangan Pertambangan Sungai Idanogawo

 

DimensiNews.co.id NIAS  – Aktivitas pertambangan di duga galian C (pasir dan batu) di alur sungai Idanogawo Desa Tetehosi, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara. Kerap meninggalkan lubang-lubang besar dan dalam. Ketika musim hujan tiba, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan air mirip danau.

Kubangan tersebut kerap memakan korban. Peristiwa terakhir, dua orang pelajar tewas tenggelam di kubangan bekas galian tambang alat berat di alur sungai Idanogawo pada Kamis (30/05/2019). Kejadian tersebut tak ayal membuat duka mendalam bagi keluarga dua orang pelajar bernamaTomi Arianto zebua (18) dan
Julfan Lawolo (18) Desa Tetehosi Kecamatan Idanogawo Kabupaten Nias.

“Seharusnya setelah ditambang memakai alat berat, lubang-lubang itu ditutup lagi karena membahayakan warga, terutama anak-anak, apa lagi korban barusan sudah dewasa. Sungai Idanogawo ini tempat kami mandi dan menyuci, kami berharap kepada pihak terkait untuk memberhentikan aktivitas penambangan di sungai idanogawo. Pasalnya, sebagian besar warga Tetehosi mandi di alur sungai idanogawo. Kami tidak mau ada korban lagi,” ucap warga.

Kedua keluarga korban masih terpukul atas kepergian putra kesayangan mereka itu. Mereka tidak menduga Tomi dan Julfan menjadi korban penambangan liar yang sering terjadi di sungai idanogawo. Bahkan saat ini penambagan tersebut masih terus beraktivitas.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Nias Yuniman Waruwu, S.Pd berpendapat, bahwa pemerintah daerah atau pihak terkait dan pihak pengelola penambang liar itu adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tewasnya dua orang korban tergelamnya di kubang galian tersebut. Maraknya penambangan liar yang memakai alat berat dinilai sebagai akibat lemahnya penegakan aturan peraturan derah (perda).

“Pemerintah masih belum dapat menindak tegas para penambang liar. Penambangan dibarkan saja beraktivitas. Setelah menggali, kebanyakan mereka (para penambang) meninggalkan begitu saja lubang- lubang itu, tidak ditutup lagi,” terang Yuniman.

 

 

 

 

 

Laporan Reporter : Deserman Lase

Editor.                     : Red DN

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed