oleh

Saleh Partaonan Daulay Sosialisasi BPOM, Masyarakat Tertib Pakai Masker

DimensiNews.co.id, PALAS – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Saleh Partaonan Daulay didampingi Kepala Balai Besar POM di Medan, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, SSi, Apt, MPPM serta Bidang Informasi dan Komunikasi, Yanti Agustini Harahap, SSi Apt MKes gelar sosialisasi pemahaman obat-obatan, makanan dan kosmetik terhadap masyarakat Padang Lawas (Palas) Jum’at (23/10/20) di Aula Almarwah Hotel, Sibuhuan.

Kepala Balai Besar POM di Medan, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, SSi, Apt, MPPM dalam penyampaian materinya menjelaskan jenis-jenis dan golongan obat, makanan dan kosmetik.

“Ada penggolongan obat, kalau ada lingkaran biru obat bebas dan ada yang lingkaran hijau atau bebas terbatas dan lingkaran merah atau jenis obat keras yang tidak boleh dibeli tanpa resep dokter untuk menjaga efek sampingnya yang dapat menyebabkan ketagihan, resestensi atau lainya”. Terang I Gusti

Tanbahnya, “Ciri-ciri Obat, makanan dan kosmetik yang baik adalah ada diterakan izin edar, dan memiliki izin BPOM, untuk mengeceknya dilihat melalui link kami, dan masyarakat jangan mau di imingi bahwa obat yang ada saat ini bisa menyembuhkan Covid, terus terang sampai saat ini obat itu belum ada”.

Sedangkan Bidang Informasi dan komunikas BPOM Yanti Agustini Harahap, S.Si, Apt, M.Kes menjelaskan mengenai pengawet makanan, obatan dan kosmetik.

“BPOM merupakan lembaga yang mengawasi obat, makanan dan kosmetik, yang mana harus didaftarkan ke BPOM. Kami akan menguji bahan yang dipakai berbahaya atau tidak, seperti pormalin, borax zat pewarna makanan dan kosmetik lipstik, bedak, handbody pemutih kulit dan lainya”.

Yanti menjelaskan pengawet atau bahan berbahaya yang ditambahkan ke makanan mulai dari pormalin sebagai pengawet makanan dan borax sebagai pengenyal, zat pewarna tekstil yang dibuat ke jajanan sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

Yanti juga menjelaskan beberapa tips memilih obat yang bagus diantaranya harus diterakan atau dijelaskan nama kimianya, serta periksa masa kadaluarsanya.

Sedangkan Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan dalam hal mengikuti kegiatan sosialisasi BPOM ini masyarakat ataupun peserta wajib mengutamakan disiplin Protokol Kesehatan dengan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Praktek 3 M wajib di ikuti peserta sosealisasi hal ini mesti diterapkan agar kita sehat, pesan saya jangan sembarangan membeli obat, ada obat yang boleh dipasarkan bebas warnanya hijau, atau obat agak keras warnanya biru, ada juga obat keras yang harus sesuai resep dokter, makanya kita harus bijak memilih Obat, makanan dan kosmetik, makanya ada BPOM meneliti hal ini”.

“Makanya penting diberikan pengetahuan terkait hal ini, banyak orang sakit karna tidak menjaga makanan, contohnya nasi kalau ada penyakit gula tetapi konsumsi nasi terus maka itu berbahaya atas kesehatanya, Catat saya tidak pernah berbohong dan saya ingin kita lebih baik”. Kata Saleh Paraonan Daulay aggota DPR-RI Komisi IX.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed