Hasil Swab 434 Tenaga Kesehatan di RSUD Chatib Quzwain Dinyatakan Negatif

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, SAROLANGUN– Menciptakan sterilisasi tenaga kesehatan terhadap penularan wabah Corona Virus Disease (Covid-19) dalam melayani kesehatan masyarakat, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr H M Chatib Quzwain (CQ) Sarolangun mengambil langkah cepat dengan melakukan uji swab terhadap 434 tenaga kesehatan. Hasilnya 434 tenaga kesehatan dinyatakan negatif alias bebas dari Covid-19.

Pengujian swab yang dilakukan terhadap ratisan tenaga kesehatan tersebut dilakukan di laboratorium Biomedik (Riset Terpadu) pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (UNAND) Padang.

Hal ini dibenarkan Direktur RSUD CQ Sarolangun, dr H Bambang Hermanto yang didampingi Kabid Pelayanan Medik, H Andi Yusman, Rabu (26/08), siang.

Menurut Bambang, uji swab yang dilakukan atas arahan Bupati Sarolangun, H Cek Endra. Dalam hal ini RSUD CQ menjalin kerja sama dengan FK UNAND Padang, laboratorium Biomedik (Riset Terpadu) pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi.

“Hasil uji swab yang kami terima merujuk pada surat resmi dari FK Kedokteran UNAND Padang, yang mana pemeriksaan dilakukan pada tanggal 25 Juli 2020 dan tanggal 07 Agustus 2020 ditandatangani oleh Dekan FK UNAND, DR. dr Rika Susanti, Sp.FM(K) dan ditandatangani oleh Kepala pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi, Dr dr Andani Eka Putra, M.Sc,” katanya.

BACA JUGA :   Kekeringan Ancam Kesehatan Anak, STC & YAPMI Salurkan Bantuan

Dijelaskan Bambang, tujuan dilakukan uji swab terhadap tenaga kesehatan RSUD CQ, yakni untuk menumbuhkan rasa kenyamanan dan kepercayaan terhadap masyarakat di Negeri Sepucuk Adat Serumpun Peseko Kabupaten Sarolangun dalam sisi pelayanan kesehatan, sehingga tidak ada keraguan dan rasa takut bagi masyarakat ketika ingin berkunjung, berobat atau menjalani proses perawatan di RSUD CQ.

“Sebagai pimpinan RSUD CQ, tentu saja tidak mau mendengar adanya isu miring yang berhembus di tengah masyarakat yang menyatakan adanya salah satu tenaga dokter yang bekerja di RSUD CQ terkonfirmasi dengan penularan wabah Covid-19, itu adalah tidak benar. Buktinya, hasil uji swab yang sudah kami terima dari FK UNAND Padang,”sebutnya.

BACA JUGA :   Tingkatkan Kepatuhan Prokes, Polsek Rungkut Gencar Gelar Operasi Yustisi 3M

Diakui dr Bambang, uji swab yang dilakukan terhadap ratusan tenaga kesehatan itu kesemuanya yang senantiasa berinteraksi langsung dengan pasien dan berkaitan dengan pelayanan masyarakat, mulai dari Dokter Umum, Dokter Spesialis, Perawat, Satpam, Clean Servis, medis di UGD, medis di Poli, medis pada masing-masing ruangan zaal dan lainnya.

“Memang ada pegawai yang belum dilakukan uji swab, tapi mereka itu bekerja di bagian Sekretariat dan TU, dimana mereka tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat atau risiko terhadap penularan wabah Covid-19 sangat kecil, adapun jumlahnya tinggal sedikit. Insya Allah dalam waktu dekat ini mereka tersebut juga akan dilakukan uji swab,” tambahnya.

Tak tanggung-tanggung, Bambang tetap optimal menekan penularan wabah Covid-19 di lingkungan RSUD, misalkan di pintu masuk Poli dan UGD telah disiapkan tenaga kesehatan melakukan skrining terhadap para pengunjung rumah sakit, mewajibkan para pengunjung rumah sakit untuk memakai masker, sebaliknya juga menyediakan air kran untuk pencuci tangan pengunjung yang disertai dengan sabun pembersih dan hand sanitizer. Bahkan pada semua lini pintu masuk dan ruangan juga disediakan hand sanitizer.

BACA JUGA :   Kapolres Bungo Lepas Tim Kedua Vaksinator Membumi Ke Kerinci

“Proses skirining yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di rumah sakit dilakukan secara non stop satu kali dua puluh empat jam dengan menerapkan sistem pembagian shift,”ucapnya.

Disamping itu, kata Direktur RSUD setiap tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD Sarolangun selalu dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dengan mematuhi ptotokol kesehatan sesuai dengan SOP, bahkan minimal satu kali dalam seminggu di semua rungan dilakukan penyemprotan disenfektan.

“Seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit selalu berhati-hati dalam melaksanakan perkerjaannya, selain menggunakan APD, tenaga kesehatan juga selalu menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

(sanu)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses