DimensiNews.co.id, TULUNGAGUNG- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para peserta didik baru.
Diketahui MPLS juga dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB), merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru dan kegiatan ini sering dijumpai di tingkat SMK dan SMA.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Rejotangan, Masrur Hanafi saat komunikasi via seluler mengatakan, sehubungan kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19 dibatasi, maka MPLS dilaksanakan dengan dua metode yakni, metode Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring).
“Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa, kami menerapkan belajar mengajar sistem online atau virtual tanpa tatap muka langsung. Sistem ini juga dikenal dengan sistem belajar Daring dengan kata lain pembelajaran daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS), seperti menggunakan Zoom, Google Meet, dan lainnya, ” kata Hanafi via seluler, Selasa (28/7/2020).
Ia menjelaskan, belajar melalui metode Luring berbeda dengan Daring. Sistem pembelajaran luring merupakan sistem pembelajaran yang membutuhkan tatap muka secara langsung.
“Belajar luring yakni siswa datang ke sekolah dengan prosedur Covid-19. Lalu, diberi tugas dan diabsen. Setelah selesai maka siswa kembali dipulangkan,” jelasnya.
Lanjutnya, untuk belajar dengan metode luring pihaknya menerapkan protokol kesehatan bagi para siswa seperti, membawa bekal makanan sendiri dari rumah, membawa senitizer dan memakai masker.
“Untuk fasilitas di sekolah pun kami mengikuti protokol kesehatan diantaranya, menyediakan tempat cuci tangan sebelum masuk ke tempat belajar, meja belajar di zigzag untuk menjaga jarak dan untuk sarana ibadah pun kami menandainya untuk menjaga jarak,” tuturnya.
Adapun meteri yang diterapkan pihak pemerintah maupun pihak sekolah seperti profil kesehatan, cara belajar efektif, penguatan pendidikan karakter, sadar akan hukum, kewirausahaan, anti korupsi, ekstra kurikuler dan lainnya.
“Kami berharap hasil dari MPLS ini bisa membuat para siswa dapat mengenal potensi diri, dapat beradaptasi di lingkungan sekolah dan sekitar, menumbuhkan motivasi dengan cara kerja belajar efektif, mengembangkan generasi positif antar siswa dan warga sekitar dan menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghormati satu sama lainnya dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-harinya,” pungkasnya.
(Cristian)
















