Warga Sesalkan Lingkungan Dinas Dijadikan Ajang Sawer Biduan Seksi

  • Bagikan

 

DimensiNews.co.id INDRAMAYU – Terwujudnya masyarakat Indramayu yang Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera (REMAJA) merupakan visi kabupaten Indramayu.

Religius berada pada point utama dalam visi kabupaten Indramayu, tentunya hal tersebut merupakan tujuan terpenting bagi pemerintah Indramayu.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) religius artinya bersifat keagamaan. Hal ini dapat diartikan bahwa pemerintah Indramayu ingin masyarakatnya memiliki pemahaman serta pengalaman nilai-nilai agama yang tercermin pada pola pikir sesuai dengan agama yang diyakininya.

Namun, apakah pemerintah Indramayu dapat mewujudkan visi utamanya tersebut jika pejabat daerahnya saja mencotohkan tindakan yang jauh dari kata religus.

Seperti yang terlihat pada acara pisah sambut kepala dinas PUPR kabupaten Indramayu yang sebelumnya dijabat oleh Didi Supriadi kemudian diganti Omarsyah, pada Jum’at (16/03/2018) di halaman belakang dinas PUPR Indramayu.

BACA JUGA :   Nekat Beroperasi, Tempat Hiburan di Surabaya Dirazia Petugas Gabungan

Dalam acara tersebut terlihat 2 orang biduan cantik menghibur mereka para pejabat yang duduk dibangku terdepan dengan menyanyikan lagu-lagu dangdut sambil bergoyang ria.

Hasil pantauan dari lokasi, salah satu biduan mengenakan pakaian yang cukup seksi. Tak lupa helai demi helai uang saweran diberikan pada para biduan.

Apakah pantas aktivitas sawer menyawer dan menonton biduan seksi bernyanyi dan bergoyang dilakukan dilingkungan kantor dinas yang seharusnya digunakan sebagai tempat bekerja.Salah satu warga yang enggan di ketahui identitasnya pada wartawan

Sementara itu, menurut sumber yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, “Jika mereka butuh hiburan, mengapa tidak mencari hiburan langsung ke tempatnya?

Memangnya mereka tidak punya ide lain yang lebih positif untuk mengisi kegiatan pisah sambut tersebut?” Ketusnya.

BACA JUGA :   Bupati dan Wakil Bupati Bungo Resmi Dilantik ke II Periode

Lebih lanjut dia mengatakan,seharusnya para pemangku instansi ini dapat memberikan contoh yang baik pada masyarakat,sesuai demgan nilai yang terkandung dalam slogan kota indramayu yang Religius,bukan malah seperti ini.pungkasnya.

 

Laporan Reporter : EF

Editor.                     : Red DN

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses