Peringati Hari Mangrove Sedunia, KTH Masar Bahari Lestari akan Gelar Gerakan Menanam Pohon

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, BABEL- Dalam Rangka Rehabilitasi Hutan dan Lahan UPTD KPHP Rambat Mendayung (Unit 1), Dinas Kehutanan Kepulauan Bangka Belitung melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) “Masar Bahari Lestari”, Desa Belo Laut, melakukan gerakan menanam mangrove dan jambu mete Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sekaligus menuju Peringatan Hari Mangrove Sedunia.

Kegiatan penanaman pohon tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada Jumat 20 Maret 2020 mendatang di lokasi Kawasan Pantai Ranggam Lestari, Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung, sekaligus menuju peringatan Hari Mangrove sedunia.

Kepala KPH Rambat Menduyung Tanaim S.H., mengatakan kegiatan penanaman ini dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan di wilayah KPH Rambat Mendayung.

BACA JUGA :   Bupati Sukabumi Paparkan Raperda APBD 2026, Fokus pada Agroindustri dan Pariwisata

“Kami KPH Rambat Menduyung sangat mendukung dan mensuport kegiatan ini,” ujar Tanaim, Rabu (18/3/2020).

Penanaman mangrove dan jambu mete ini rencananya akan dilaksanakan pada Jumat 20 maret 2020 mendatang di sport Ranggam Lestari Desa Belo Laut, Kabupaten Bangka barat.

“KTH Masar lestari yang diketuai oleh Bapak Kemis pada kegiatan ini mendapat dukungan yang sangat antusias dari masyarakat Desa Belo seperti persiapan dukungan mulai dari hiburan rebana sampai jamuan VIP, sajian makan khas Belo laut untuk menyambut kehadiran Gubernur Bangka Belitung beserta Forkominda,” imbuhnya.

Menurut Tanaim, dalam kegiatan ini nantinya Gubernur Erzaldi Rosman secara simbolis akan menanam jambu mete dan mangrove dilanjutkan dengan menebar 300 bibit kepiting di lokasi sport Ranggam Lestari, Desa Belo Laut, Kabupaten Bangka barat.

BACA JUGA :   Wali Kota Batu Kunjungi Rumah Cakades, ada apa?

“Tanda dimulainya budidaya kepiting di Bangka Barat tepatnya di Desa Belo Laut yang mangrovenya masih terjaga,” jelas Tanaim.

“Dan lagi tak kalah bagusnya, jika dilihat dengan menggunakan drone kami sudah menanam pohon mangrove motif love dengan diameter 45 meter. Kami berharap masyarakat dapat menjaga sport Ranggam Lestari ini, dan kami jadikan tempat edukasi, wisata serta ekonomi,” ucap Tanaim.

“Hutan mangrove kita jaga dan kita pelihara untuk kelangsungan ekosistem yang ada di pantai, seperti udang kepiting dan lain lain. Sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan masyarakat,” harapnya. (Dedy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses