Siapa Saja yang Lebih Rentan Terjangkit Virus Corona?

  • Bagikan
Sejauh ini belum ada anak-anak yang mengalami komplikasi serius walau sudah terkena virus corona. (Reuters: Tyrone Siu)

Di saat sejumlah negara, seperti Australia, sedang bersiap jika virus corona kemungkinan menjadi pandemik di dunia, para pakar kesehatan sudah mulai bisa mengetahui siapa saja yang paling beresiko terjangkit COVID-19.

Sejauh ini, anak-anak tampaknya paling aman dari kemungkinan terkena infeksi.

Dr Brendan Murphy, Kepala Bidang Medis Australia mengatakan hal yang mengejutkan adalah hanya beberapa anak-anak saja yang terkena infeksi virus corona.

“Ini hal yang tidak biasa dibandingkan dengan flu biasa.” kata Dr Murphy.

“Kami tidak tahu, apakah anak-anak sebenarnya terinfeksi namun karena gejalanya ringan sehingga tidak tampak, atau mereka tidak sakit, atau mereka memang lebih kebal terhadap virus tersebut,” kata Murphy.

Professor Robert Booy dari Pusat Penelitian Imunisasi dan Pemantauan mengatakan karena alasan tertentu anak-anak hanya terkena gejala yang ringan.

“Anak-anak yang terkena virus dari sejumlah negara sejauh ini hanya memiliki gejala ringan, seperti demam dan gangguan pernapasan tubuh bagian atas.” kata Prof Booy.

BACA JUGA :   Warga Lembah Kuamang, Antusias Ikuti Vaksinasi dari Tim Mobile Kodim Bute

Sejauh ini tidak ada anak-anak yang dilaporkan mengalami komplikasi serius.

Namun sebaliknya, jika hal tersebut terjadi pada orang dewasa atau yang sudah lanjut usia.

“Di tubuh orang dewasa, reaksinya berbeda, mungkin karena tubuh mereka sudah pernah terkena infeksi virus corona sebelumnya, sehingga sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi berlebihan,” kata Prof Booy.

Siapa yang besar kemungkinan tertular?

Berbeda dengan wabah penyakit sebelumnya, para dokter di seluruh dunia sekarang dengan cepat bisa menganalisa siapa saja yang paling beresiko tertular virus corona.

Salah satu studi yang dilakukan adalah dengan melihat lebih dari 72 ribu pasien yang terkena COVID-19 dari China.

Para peneliti menemukan kebanyakan orang hanya mengalami gejala ringan dan mereka tidak sampai meninggal.

BACA JUGA :   Bupati Bungo H. Mashuri Kunjungi Pasien Covid -19 yang di Isolasi Mandiri

Angka kematian terjadi pada mereka yang sudah mengalami kondisi kesehatan serius, seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan kanker.

Gejala yang paling jelas adalah demam, rasa letih dan merasa tidak enak badan. (AP: Claudio Furlan/Lapresse)

Dilaporkan tidak ada anak-anak yang meninggal dan diketahui sejauh ini yang meninggal adalah mereka yang berusia di atas 70 tahun.

Angka kematian paling tinggi di antara mereka yang terkena virus corona adalah diatas 80 tahun.

Penelitian lain yang sudah dipublikasikan di ‘Journal of the American Medical Association’ melakukan analisas siapa yang masuk ke rumah sakit di China karena gejala pneumonia akibat virus corona.

Dari 138 pasien, rata-rata adalah pria dengan usia sekitar 56 tahun.

Gejala yang paling umum adalah demam, batuk kering, kelelahan, dan merasa tidak enak badan.

Gejala lainnya adalah sakit kepala, pusing, sakit perut dan diare.

Untuk memerangi COVID-19, pasien telah mendapat obat antibiotik dan anti virus.

BACA JUGA :   Pencanangan Pemberian Vaksinasi Covid -19 Di Pemkab Oku Selatan Dipastikan Berjalan Lancar

Sementara sepertiga dari pasien sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit, enam diantara mereka meninggal karena penyakit yang mereka derita.

Penelitian yang sudah ada sejauh ini akan digunakan oleh pakar Australia untuk melakukan penanganan virus corona, khususnya di kalangan lansia atau yang tinggal di panti jompo.

Nasehat untuk tidak saling berdekatan

Meskipun penelitian menunjukkan mereka yang sudah lanjut usia lebih mungkin menunjukkan gejala parah virus corona, para pakar menyarankan agar semua warga untuk berhati-hati satu sama lain.

“Siapa saja bisa menularkan infeksi ini ke anda,” kata Prof Booy.

“Jadi senyum saja, jangan berjabat tangan, dan jaga jarak dengan orang lain.”

Hal lain yang patut dilakukan adalah mencuci tangan sesering mungkin, buang tisu yang sudah dipakai, dan bila batuk tutup dengan lipatan siku, bukan dengan telapak tangan. (Sumber: ABC Indonesia)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses