
Malang – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia Malang memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi wirausaha melalui kolaborasi strategis bersama BPC HIPMI Kota Malang. Sinergi tersebut diwujudkan dengan menghadirkan Business Innovation & Entrepreneur Expo 2026, sebuah program inkubasi bisnis yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide menjadi usaha yang siap bersaing.
Program yang berlangsung sepanjang Juli 2026 itu mencapai puncaknya pada Demo Day dan sesi penjurian yang digelar pada 9 Juli 2026. Dalam ajang tersebut, puluhan startup mahasiswa mempresentasikan model bisnis mereka di hadapan akademisi, pelaku usaha, hingga calon investor.
Rektor ITB Asia Malang, Risa Santoso, mengatakan perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu melahirkan pencipta lapangan kerja.
Menurutnya, kampus harus menjadi tempat tumbuhnya inovasi sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk membangun bisnis sejak masih menempuh pendidikan.
“Kami ingin mahasiswa memiliki keberanian untuk memulai usaha sejak masih di bangku kuliah. Mereka harus memahami bagaimana membangun bisnis, membaca kebutuhan pasar, hingga menghadirkan solusi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan HIPMI menjadi langkah penting agar mahasiswa belajar langsung dari para pelaku usaha,” ujar Risa, Minggu (19/7).
Ia menegaskan pembelajaran kewirausahaan tidak cukup hanya diberikan melalui teori di ruang kelas. Mahasiswa juga perlu merasakan pengalaman langsung melalui proses inkubasi bisnis, pendampingan, validasi pasar, hingga membangun jejaring profesional bersama para pelaku industri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ITB Asia menggandeng BPC HIPMI Kota Malang, Inkubator Bisnis INC.85 Asia, serta Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya startup-startup inovatif dengan model bisnis yang kuat dan berkelanjutan.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menyatakan pihaknya siap menjadi mitra strategis bagi kampus dalam mendampingi mahasiswa mengembangkan usaha.
“HIPMI siap menjadi mitra strategis kampus melalui pendampingan, mentoring, business matching, hingga membuka akses jejaring dan investasi bagi startup yang memiliki potensi berkembang,” ungkap Hendi.
Dalam proses penjurian, setiap startup dinilai berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari tingkat inovasi, kelayakan usaha, potensi pasar, model bisnis, hingga dampak yang dihasilkan. Dari seluruh peserta, sebanyak 10 tenant startup terbaik berhasil memperoleh pendanaan dari INC.85 Asia untuk melanjutkan proses inkubasi dan pengembangan bisnis.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi mahasiswa, ITB Asia juga menyerahkan sejumlah penghargaan bergengsi, yakni Future Unicorn Award, Disruptor Award, dan Impact Maker Award kepada startup dengan performa terbaik.Melalui penyelenggaraan Business Innovation & Entrepreneur Expo 2026, ITB Asia Malang menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu melahirkan startup baru.
Dengan dukungan dunia usaha, inkubator bisnis, dan pemerintah, diharapkan semakin banyak perusahaan rintisan asal Kota Malang yang tumbuh, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.
















