Anggota Komisi I DPR Dorong Penguatan Literasi Digital

  • Bagikan

JAKARTA – Literasi Digital sangat dibutuhkan seiring perkembangan teknologi dan informasi, termasuk media sosial di dalamnya. Salah satu manfaat dari literasi digital adalah bisa menghindarkan pengguna internet dari provokasi yang marak bertebaran di media sosial.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan, saat menjadi narasumber dalam Webinar Forum Diskusi Publik yang digelar Ditjen IKP Kemkominfo RI bekerja sama dengan Komisi I DPR RI yang mengambil tema “Memahami Literasi Digital Guna Menjaga Kita Dalam Penggunaan Media Sosial”, Sabtu (4/9/2021).

Farhan mengatakan, saat ini internet sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, kata dia, perlu literasi digital yang baik agar terhindar dari dampak negatif internet.

BACA JUGA :   Jelang Penerapan New Normal, Bandara Muara Bungo akan Beroperasi Mulai 7 Juni

“Literasi digital penting untuk membangun kesadaran kritis masyarakat agar tidak mudah terprovokasi,” kata Farhan.

Selain itu, kata Farhan, literasi digital juga menjadikan seseorang bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan internet dan berinteraksi dengan lingkungan, etika dalam berkomentar dan membagikan informasi.

“Kemudian memanfaatkan internet sebagai sarana untuk pengembangan diri, mampu memilah memilih informasi,” lanjutnya.

“Penting bagi kita untuk memahami cara agar kita tidak turut berkontribusi dalam menyebarkan informasi negatif. Literasi digital juga penting agar kita bisa menggunakan media sosial untuk memperkuat persatuan bangsa,” sambung Farhan.

Senada dengan Farhan, narasumber lainnya, akademisi dan peneliti, Auliya Khasanofa, mengatakan, penetrasi media sosial saat ini tumbuh secara signifikan. Bahkan, menurutnya, pengguna media sosial berdasarkan survei mencapai 160 juta.

BACA JUGA :   Pengasuh Ponpes Dukung Polda Jatim Berantas Narkoba

“Ini hampir setengahnya penduduk Indonesia,” kata Auliya.

Untuk itu, kata dia, dibutuhkan literasi digital agar dalam berinteraksi di media sosial tidak salah langkah. Menurutnya, kemampuan literasi digital sebenarnya diperlukan untuk menangkal serta mengantisipasi informasi negatif.

“Seperti informasi soal pandemi Covid-19.

Auliya mencontohkan, banyaknya informasi keliru dan bohong di saat masyarakat khawatir dengan pandemi Covid-19. Sehingga, menurutnya, penting untuk memperkuat literasi digital.

“Literasi digital berperan untuk menyeleksi informasi itu. Atau bisa menyaring. Saring sebelum sharing,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga hadir juga Direktur Jenderal Informasi dan komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Usman Kansong. Ia dalam kesempatan itu menyampaikan keynote speach terkait literasi digital.

BACA JUGA :   Dua Anggota Kelompok Anarko Diamankan Polsek Jatiuwung, Kapolsek Himbau Buruh Tidak ke Jakarta
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses