DimensiNews.co.id, ACEH UTARA – Geusyik (Kepdes,Red) Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara Mawardi (40) mengaku telah di fitnah dengan berbagai tudingan dan hasutan yang dilakukan oleh oknum pemuda sehingga sejumlah masyarakat melakukan aksi demonstrasi ke Meunasah Jum’at (28/8) lalu.
Mawardi, dalam keterangannya kepada DimensiNews.co.id, Minggu (30/8) mengatakan, atas tindakan oknum pemuda yang menjadi koordinator aksi unjuk rasa itu, dirinya beserta aparatur desa lainnya berencana akan melaporkan kepolisian dengan kasus fitnah, ujaran kebencian dan provokasi.
Ia juga menambahkan, tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum pemuda tersebut telah mencoreng nama baik desa dan kewibawaan dirinya selaku kepala pemerintahan di tingkat desa.
“Tuntutan warga dalam aksi unjuk rasa di meunasah, Jum’at (28/8) lalu tidak memiliki landasan yang kuat, melainkan ada unsur kebencian dengan maksud tersembunyi dibalik aksi demonstrasi itu,” kata Mawardi.
Menurutnya, selama menjabat sebagai Geusyik di Tanjong Ara dirinya beserta aparatur lainnya dalam mengelola dana desa secara transparan dan berpedoman sesuai dengan dengan aturan yang berlaku.
“Bahkan hingga saat ini belum pernah ada temuan apapun dari pihak Inspektorat Kabupaten Aceh Utara terkait realisasi program, realisasi anggaran dan laporan pertanggungjawaban dana desa selama saya menjabat sebagai Geusyik,” ungkap Mawardi.
Selain itu, pihaknya juga selalu membuat LPJ dana desa, baik realisasi program maupun realisasi anggaran kepada Tuha Peut selaku perwakilan (representasi) dari seluruh masyarakat Gampong. Bahkan dokumen LPJ juga disampaikan kepada Muspika Tanah Jambo Aye serta Inspektorat Aceh Utara secara rutin sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Dan terkait tudingan oknum pemuda yang menyebutkan Geusyik tidak pernah menggelar rapat secara umum terkait penggunaan anggaran dana desa, Mawardi juga menyebutkan, rapat umum itu bukan sebuah kewajiban yang harus dilakukan tapi itu sebuah kebijakan yang harus dilakukan bilang dianggap perlu.
“Karena setiap item pekerjaan yang dilakukan telah tercantum pada papan nama proyek, dan rincian realisasi anggaran selalu diumumkan pada papan informasi Gampong, sebagai bentuk transparansi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat,’ sebutnya.
Dan ia juga merasa telah diintimidasi dengan aksi upaya jemput paksa dirinya ke rumah oleh beberapa oknum pemuda pada aksi demo yang lalu, tindakan tersebut telah menimbulkan rasa takut dan trauma bagi keluarganya, terutama anak-anaknya yang masih kecil. Untuk itu dirinya akan membawa persoalan itu ke ranah hukum.
















