
Kendaraan yang sudah di modifikasi saat menhisi solar di SPBU gurun mudo
DimensiNews.co.id SAROLANGUN – Masyarakat mulai resah dengan kelangkaan bahan bakar minyak subsidi jenis solar di wilayah kabupaten sarolangun Provinsi Jambi
Pasalnya kelangkaan BBM Jenis solar di SPBU yang ada di wilayah kabupaten sarolangun di jual bebas kepada para pengusaha tambang ilegal dengan cara memodifikasi kendaraan untuk membeli BBM Jenis Solar dalam jumlah yang sangat banyak.(6/5/2017)
Dari pantauan wartawan di lapangan terlihat beberapa kendaraan jenis Fanter yang sudah di modifikasi oleh pemiliknya dengan ukuran 1 Ton mengantri dengan bebas di SPBU Gurun Mudo 24.374.65 desa Semaran Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun Jambi.
Saat di konfirmasi salah satu supir kendaraan yang sedang mengisi solar tersebut mengatakan,kami sudah biaso beli di sini,kareno di tempat lain tidak boleh beli dalam jumlah sebanyak ini.katanya
Dia juga mengaku,solar ini untuk di jual lagi ke pada para pengusaha tambang alat berat (Dompeng) di wilayah sarolangun ini lah.katanya.

Salah satu kendaraan yang bermuatan BBM Jenis solar
Sementara itu salah satu supir Trevel yang sudah hampir dua jam mengantri Arman mengatakan,Kami nga pernah kebagian solar di daerah sini pak”kareno solar selalu habis di serbu oleh para pembeli dalam jumlah besar seperti inilah.katanya dengan nada kesal.
“Kalau ada Tangki pertamina datang ngisi di SPBU ini paling lamo duo jam sudah habis di borong para pengusaha yang pake mobil panter kaya gitu,sambil menuding mobil di depannya yang mengisi BBM dalam jumlah besar.
Arman melanjutkan,Kami ini selalu jadi korban dari kelangkaan BBM jenis solar di wilayah sarolangun ini,padahal kami beli senatas ukuran Tangki saja untuk kebutuhan sendiri ,itu tidak pernah kebagian,ujarnya.
Hal semacam ini sudah tidak heran lagi pak,kito nak ngadu kemano,orang aparat nya ikut bermain,temgok baelah itu oknum aparat yang ngawal mobil yang ngisi solar itu pak,ujarnya.
“Kami berharap pemerintah pusat pertamina untuk menindak tegas para pengusaha SPBU yang nakal mementingkan para pengusaha ini,bila perlu di cabut izinnya.
Selain itu kami juga berharap Kapolda Jambi dan Kodam jaya mengambil tindakan terhadap anak buahnya yang ikut bermain dengan para pengusaha nakal seperti ini,
Lanjitn Arman,bukan nya polisi dak tau itu,tapi memang sudah kerja sama,macamano kito masyarakat kecil mau lapor,kita cuma jadi korban keserakahan aparat penegak hukum untuk mencari keuntungan pribadi.pungkasnya.
Laporan Wartawan : HL
Editor. : Red DN
















