DimensiNews.co.id, SUMUT- Kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19 terasa semakin sulit bagi masyarakat menengah ke bawah. Dengan adanya bantuan langsung tunai (BLT) di setiap daerah diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kecil.
Namun, hingga kini warga di Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, mengaku belum menerima BLT tahap II dan III, Selasa (21/7/2020).
Sebelumnya, BLT Tahap I telah dilaksanakan Pemda Padang Lawas (Palas) dan diserahkan langsung oleh Bupati H Ali Sutan Harahap kepada 2.414 kepala keluarga (KK) dari VII Lingkungan di Kelurahan Pasar Sibuhuan.
BLT Tahap I dilaksanakan di Bank Sumut Cabang Sibuhuan pada Kamis (28/05/20) lalu dengan besaran bantuan Rp. 600 ribu per KK.
Lurah Pasar Sibuhuan, Sulaiman Hasibuan membenarkan kalau BLT tahap II dan III belum diterima dan hal tersebut menjadi keluhan masyarakat dari VII lingkungan di daerah binaannya.
“Info itu memang benar Pak, dan itu jadi keluhan warga kita di VII lingkungan binaan kita. Karena banyaknya kuota dana kelurahan tidak mencukupi dan harus dibantu dari APBD,” terangnya.
“Dua hari yang lalu kita bersama para Kepala Lingkungan membicarakan hal ini Kepada Dinas Sosial, namun kata mereka (Dinas Sosial) masih menunggu kebijakan dari pimpinan,” ungkap Sulaiman.
Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Palas, Bustamin Harahap saat dikonfirmasi DimensiNews membenarkan BLT tahap II dan III Kelurahan Pasar Sibuhuan belum cair karena Palas menghadapi situasi New Normal.
“BLT tahap II dan III Kelurahan Pasar Sibuhuan belum dicairkan, karna situasi Palas saat ini menghadapi New Normal. Sesuai arahan pimpinan, Pemda memiliki kebijakan terhadap segala sesuatu yang perlu dipersiapkan, seperti masker dan yang lainnya yang diperlukan sesuai anjuran protokol kesehatan untuk ditempatkan di sarana sekolah, kantor maupun tempat keramaian lainnya. Tentu dana APBD BTT (biaya tidak terduga) yang kita gunakan untuk persiapan situasi New Normal nanti,” ungkap Bustamin.
Ketua Gugus Harian Covid-19, Hamka Harahap menuturkan, untuk BLT tahap II dan III sebetulnya dananya berasal dari kelurahan, namun karena kuotanya melebihi maka Pemda Palas turut menopang.
“Sebenarnya dana kelurahan lah yang memfasilitasi warganya, namun karena banyaknya kuota mungkin dana kelurahan tidak cukup, sehingga ditopang Pemda melalui dana BTT untuk menutupi itu. Karena kita saat ini menghadapi situasi menuju New Normal, maka perlu persiapan segala sesuatunya,” papar Hamka.
“Namun demikian untuk penyaluran BLT tahap II dan III akan dikoordinasikan dengan Pimpinan terkait bagaimana kelanjutannya,” sambungnya.
Atas hal itu, tokoh pemekaran dan pemerhati pembangunan Padang Lawas H Ibrahim Daulay menilai Pemkab Palas seolah menghindari dari kewajibannya mengayomi masyarakat.
“Hendaknya Pemda Palas lebih bijak akibat dampak wabah Covid-19 ini, perekonomian masyarakat Kelurahan Pasar Sibuhuan semakin sulit, BLT Desa sudah cair di setiap tahapan. Mengapa BLT Kelurahan tahap II dan III belum disalurkan, kalau Dana Kelurahan tidak mampu ya hendaknya Pemda topang melalui APBD BTT. Kalau tidak salah dananya sebesar Rp 35 Miliar, jangan jadikan alasan Palas menghadapi New Normal. Kelurahan Pasar Sibuhuan adalah satu-satunya kelurahan di Kabupaten Palas ini, jangan dong terkesan dianaktirikan,” tegas Ibrahim.
(Robert Nainggolan)
















