oleh

Tujuh Penambang Emas Ilegal Diamankan Reskrim Polres Sarolangun

DimensiNews.co.id, SAROLANGUN – Sebanyak 7 orang tersangka Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beraktivitas di Sungai Kuro, Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun diboyong Tim Opsnal Reskrim ke Mapolres Sarolangun, Senin (06.07) sekitar pukul 11.40 WIB.

Ketujuh tersangka yang diboyong, kesemuanya berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah, di antaranya MBS (31), SY (32), WBS (30), SR (32),  WN (62), SW (34) dan SO (34).

Hal ini dibenarkan Kapolres Sarolangun, AKBP Deny Heryanto didampingi Kasat Reskrim, AKP Bagus Faria, Jum’at (10/07), siang.

Dikatakannya, penangkapan 7 tersangka merupakan tindak lanjut atas Laporan Polisi Nomor : LP/A-56/VII/2020/SPKT/Res Sarolangun, tanggal 06 Juli 2020, selanjutnya diorbitkan Surat Perintah Tugas Nomor : SP. Gas /76 / VII / Res.5.5 /2020, tanggal 06 Juli 2020 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/ 65 / VIII Res 5.5 /2020, tanggal 06 Juli 2020.

“Penangkapan berawal, ketika pelapor bersama dengan dua orang rekannya, yakni Briptu Afdy dan Bripda Bernandus turun ke TKP. Para tersangka tangan ketika sedang melakukan kegiatan PETI, selanjutnya para tersangka dan barang bukti diamankan, lalu dibawa ke Mapores Sarolangun, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kaplres.

Barang bukti yang diamankan, satu unit mesin diesel merk Tianli berwarna biru, satu set keongan, satu buah pipa spiral berwarna biru, satu buah pipa paralon, dua  buah Karpet, satu buah besi cabang enam dan satu  buah selang dengan panjang sekira 3 meter.

“Ketujuh tersangka turut serta melakukan tindak pidana, setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan Pasal 158 Jo.Pasal 35 UU RI No.3 tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No.4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara  Jo Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 Milyar,”jelasnya.

Ditegaskan AKBP Deny Heryanto, Polres Sarolangun tidak tebang pilih di dalam melakukan penegakan hukum, walaupun terhadap anggotanya sendiri dan terhadap tersangka tetap diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Ingat, tak ada toleransi dalam melakukan penegakan hukum  di wilayah hukum Sarolangun,” tegas Deny.*(sanu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed