Turidi: Keluarga Terpapar Corona Jangan Dikucilkan

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, KOTA TANGERANG- Wakil DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto mengimbau kepada masyarakat dapat membantu penyembuhan dan tidak mengucilkan keluarga pasien positif terpapar virus corona.

Kata dia, masyarakat diminta untuk tetap optimistis dan bahu membahu melawan penyebaran virus corona, terlebih apabila pasien yang sebelumnya dinyatakan positif corona dimakamkan dengan protokol pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

“Lagi-lagi dampak sosial akan terjadi karena harus memakai protap. Kita juga tidak bisa menyalahkan sistem, secara logika penyakit Covid-19 ini sebenarnya bukan virus nempel lalu membunuh kita, yang membunuh itu adalah penyakit yang ada di tubuh kita,” kata Turidi ditemui saat menyalurkan bantuan alat pelindung diri (APD) di beberapa rumah sakit yang ada di Kota Tangerang, Selasa (21/4).

BACA JUGA :   Arief Ajak Remaja Tanamkan Mental Pemenang, 33 Club Piala Wali Kota Liga Remaja Askot PSSI Kota Tangerang

Menurutnya terlebih saat ini pemerintah telah menetapkan peraturan yang mewajibkan seluruh jenazah pasien yang terindikasi terpapar virus corona diwajibkan dimakamkan dengan protokol pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

“Mulai dari pasien ODP, PDP wajib dimakamkan dengan protokol seperti itu,” tuturnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk terus memberikan dukungan baik secara moril dan materil bagi keluarga pasien yang tengah menjalani karantina mandiri, lantaran saat ini peluang untuk kembali sehat membutuhkan peran serta masyarakat sekitar yang peduli atas kondisi wabah corona seperti sekarang ini.

“Namun juga tetap menjaga dan membantunya berdasarkan protokol yang berlaku, misalnya jaga jarak minimal satu meter karena memang penyebarannya sangat masif,” jelas Turidi.

BACA JUGA :   Hadiri Sertijab Kajari Kota Tangerang, Ini Pesan Pj. Walikota

Berdasarkan informasi yang didapat pada Selasa (21/4), terdapat 1.594 berstatus orang dalam pemantauan (ODP), 548 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 230 OTG atau Orang Tanpa Gejala.

Penyebaran virus tersebut menduduki peringkat pertama di Kecamatan Pinang, kedua di Ciledug dan diperingkat ketiga di Kecamatan Cipondoh. (Dul)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses