Karantina Wilayah Ditolak, Anies: Situasi Jakarta Amat Mengkhawatirkan

  • Bagikan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

DimensiNews.co.id, JAKARTA- Permintaan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk menerapkan karantina wilayah di Jakarta ditolak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini, presiden lebih memilih menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

“Tidak diterima, itu otomatis ditolak,” kata juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman.

Meskipun begitu, kata Fadjroel, pemerintah daerah tetap bisa menerapkan isolasi terbatas di daerahnya, misal diberlakukan di tingkat RT/RW atau desa. Sebab, keputusan karantina wilayah tingkat provinsi ada di tangan presiden.

“Walaupun ada kebijakan, sebenarnya bisa dikerjakan nanti oleh pemda dengan istilah isolasi terbatas. Ada tingkat RT, RW, desa/kelurahan dengan kebijakan gubernur, misalnya. Tapi, kalau tingkatan nasional atau provinsi itu harus di tangan Presiden. Tapi Presiden tidak mengambil karantina wilayah,” ujar dia.

BACA JUGA :   HIPAKAD Jakarta Barat Bagikan Ratusan Paket Sembako di Masjid At-Taqwa Kodam Kalideres

Sebelumnya, diketahui Gubernur DKI Anies Baswedan mengirim surat permohonan untuk memberlakukan karantina wilayah di Jakarta guna menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Surat tersebut diungkapkan oleh Menko Polhukam Mahfud Md. Ia menyebut surat tersebut tertanggal 28 Maret dan diterima pada Minggu, 29 Maret 2020, yang isinya meminta pertimbangan karantina wilayah.

Diberitakan pada Senin (30/3), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar konferensi pers di Balaikota menyatakan keprihatinannya dengan kasus positif corona di Ibu Kota yang terus meningkat.

Ia mengungkapkan ada 283 jasad dimakamkan sesuai protokol pemulasaran pasien Covid-19. Jumlah ini sangat berbeda dengan data nasional yang hanya menyebutkan 122 kematian akibat corona.

BACA JUGA :   Pantau Kesiapan Adipura 2023, Sekretaris Kota Jakbar Tinjau Terminal Kalideres

“Ini menggambarkan bahwa situasi di Jakarta terkait dengan Covid-19 amat mengkhawatirkan. Karena itu saya benar-benar meminta kepada seluruh masyarakat Jakarta, jangan pandang angka ini sebagai angka statistik,” kata Anies Baswedan, Senin (30/3/2020).* (red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses