
DimensiNews.co.id IMDRAMAYU – Saat konferensi pers yang dilakukan usai kegiatan ceremonial musyawarah luar biasa (Musdalub) DPD Golkar Indramayu pada Minggu,(18/02/2018) kemaren di salah satu hotel yang ada di Indramayu, Dedi Mulyadi cawagub Jawabarat menanggapi komentar sebagian masyarakat yang menganggap dirinya suka melakukan pencitraan
Ia merasa bahwa itu bukan pencitraan karena hal tersebut sudah dilakukannya sejak 17 tahun yang lalu.
“Dibilang pencitraan ya bukan,”Karena memang sudah dari dulu biasa menginap di mesjid, rumah penduduk. Kalo saya bilang bukan blusukan tapi kukurusukan, cuma sejak Jokowi sering blusukan sehingga lahir istilah tersebut.” Kata mantan bupati purwakarta itu Demul.
Dia juga menjelaskan ada perbedaan antara pemimpin yang pencitraan dan yang biasa dilihat dari cara duduk, berkomunikasi dan saat memeluk orang.
“Pemimpin yang pencitraan setelah salaman langsung cuci tangan, pakai antiseptik karena takut kuman. Saya setelah salaman mau makan langsung makan saja, tidak perlu cuci tangan lagi karena memang sudah biasa begitu.”
“Saya lahir sama seperti mereka, tiap sabtu, minggu saya kesawah menanam padi, saya juga pelihara sapi,kambing jadi sudah terbiasa kena lumpur.” Tambah cawagub jawabarat ini.
untuk di ketahui Dedi Mulyadi maju dalam pemilihan kepala daerah sebagai calon wakil gubernur jawa barat mendampingi Dedy Mizwar sebagi gubernur jawa barat untuk priode 2018- 2023
Laporan Reporter : EF
Editor. : Red DN
















