Amnesty Internasional Desak Dugaan Penyiksaan Lutfi Diusut

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, JAKARTA – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mendesak kasus dugaan penyiksaan terhadap Dede Lutfi Alfiandi diusut tuntas. Usman menegaskan penggunaan penyiksaan tidak bisa dibenarkan dalam keadaan apapun.

Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, dan Merendahkan Martabat Manusia.

“Di bawah konvensi yang juga diratifikasi Indonesia itu, penggunaan penyiksaan tidak bisa dibenarkan dalam keadaan apa pun,” ujar Usman.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ombudsman, dan Kompolnas mengusut tuntas dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan. Serta, kekerasan yang tidak diperlukan terhadap demonstran.

“Caranya adalah dengan melakukan penyelidikan. Pelaku kekerasan harus diadili, dan tidak cukup diberi sanksi administratif, apalagi dibiarkan lolos tanpa penghukuman,” ujar Usman.

BACA JUGA :   Selama PSBB di Bodebek, KRL Diharapkan Tidak Beroperasi

Sebelumnya, Dede Lutfi Alfiandi (20) mengaku disiksa hingga disetrum oleh penyidik saat memberikan keterangan di Polres Jakarta Barat. Penyiksaan itu, kata Lutfi, ditujukan agar dirinya mengaku telah melempari aparat dengan batu saat berdemonstrasi di depan kompleks DPR.

Pernyataan itu ia lontarkan saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim dalam persidangan yang digelar pada Senin (20/1) lalu. Lutfi didakwa melawan aparat yang menjalankan tugas atau melanggar Pasal 212 jo 214 KUHP.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Teuku Arsya membantah anggotanya menganiaya Lutfi Alfiandi dengan cara disetrum saat dimintai keterangan di Mapolres Metro Jakarta Barat. Arsya membantah anggota penyidiknya memaksa Lutfi untuk mengakui sebagai pelempar batu ke arah polisi selama demo mahasiswa dan pelajar STM menolak RUU KUHP.

BACA JUGA :   Santa Anggota DPRD Kota Tangerang Bagikan 500 Takjil dan 40 Ribu Masker

“Enggak mungkin, kita kan polisi modern, dia mengaku karena setelah itu ditunjukkan ada rekaman video dia di lokasi. Dia lempar batu, itulah petunjuk kenapa dia diamankan,” ujar Arsya.*(rn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses